Soal Melonjaknya Tagihan Listrik, PLN Ciputat Klaim Karena Konsumsi Masyarakat Meningkat

  • Whatsapp
Tagihan Listrik PLN
Seorang warga menunjukkan kilometer Kwh yang tagihannya melonjak.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Kenaikan tagihan listrik dikeluhkan warga Kota Tangerang Selatan lantaran naik 30 persen lebih dan dianggap tidak wajar.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Ciputat Sigit Arimurti mengatakan, tagihan listrik yang melonjak akibat konsumsi listrik warga yang meningkat di masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Secara umum dari kenaikan tagihan pelanggan ini, kami cukup memahami bahwa pola pemakaian yang berubah dan sering tidak disadari. Seperti lampu yang tadinya nyala 2 jam jadi 4 jam. Nah ini kan, dari pemakaian lampu saja sudah naik 100 persen belum lagi AC yang tadinya cuma malam, sekarang siang juga pakai,” katanya melalui telepon seluler, Kamis (11/6/2020).

Sigit menuturkan, soal selisih tagiham yang melonjak dan sudah dibayarkan oleh pelanggan akan diakumulasi untuk pembayaran tiga bulan berikutnya.

“Sesuai rilis yang dikeluarkan oleh PLN pusat menerbitkan kebijakan untuk membantu agar lonjakan tidak terlalu tinggi. 60 persen dari lonjakan yang sudah dibayarkan akan di distribusikan ke tiga bulan ke depan. Tujuannya untuk melandaikan lonjakan,” tuturnya.

Sebelumnya, soal lonjakan tagihan listrik tersebut dikeluhkan oleh warga RT 4 RW 11 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Surtini (45). Ibu dua anak tersebut mengaku tagihan listrik di rumahnya naik 30 persen lebih

“Biasanya tagihan listrik setiap bulan normalnya cuma Rp600 ribu. Tapi sekarang, naik jadi Rp900 ribu. Padahal pakai listrik juga sama seperti bulan-bulan sebelumnya, sebelum ada Covid-19,” katanya ditemui di rumahnya, Rabu (10/6/2020).

Merasa ganjil dengan lonjakan tagihan listrik rumahnya, Tini mengaku, sudah mendatangi pihak PLN. Tetapi yang didapat, justru bukan solusi, justru Tini tambah bingung.

Pasalnya, jawaban dari pihak PLN versi Tini, bahwa kenaikan tersebut lantaran tidak ada pemeriksaan kilometer KWH oleh petugas ke rumahnya.

“Katanya gara-gara petugas enggak ada yang periksa kilometer listrik ke rumah, jadi main tebak tagihan dan berdalih karena ada penumpukan tagihan dibulan sebelumnya. Padahal, tiap bulan ada yang kontrol ke rumah dan tagihan tiap bulan juga lancar dibayar,” ungkapnya bernada kesal.

Selain dirinya, Tini menuturkan, keluarga dan tetangganya pun mengalami kenaikan tagihan listrik. Meski begitu, dia bingung, harus mengadu ke siapa tentang kenaikan tagihan listrik tersebut. “Makanya kita bingung mau demo, demonya kemana?,” pungkasnya.

Selain Tini, hal sama juga dirasakan oleh Diana salah satu warga Pondok Aren. Diana yang menggunakan kwh 1.300 watt. “Tau-tau tagihan naik aja. Biasanya tiap cuma cuma Rp300 ribu, tapi bulan kemarin Rp400 ribu lebih,” singkatnya saat ditemui di Situ Lengkong Wetan, Rabu (10/6/2020).(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.