Soal Efek Mengoleskan Minyak Kayu Putih Pada Masker, Begini Kata Dokter!

  • Whatsapp
Dokter menyatakan mengoleskan minyak kayu putih pada masker tidak memberi dampak apa-apa
Ilustrasi masker (Cleyton Ewerton/Pexels)

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kalangan dokter menyatakan, bahwa mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa mengingat belum ada data ilmiah yang menyebutkan bisa membunuh Covid-19.

“Bukan buat sehat, yang ada adalah mengoleskan kayu putih di masker itu untuk meyakinkan diri kita masih bisa membaui,” ujar dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto,Sp.KO, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, menurut dia, Covid-19 tidak selalu menimbulkan gejala hilangnya kemampuan untuk membaui. Kata Michael, “Malah pada orang tanpa gejala, kondisi tubuh terasa baik-baik saja dan tidak ada gejala khusus.”

BACA JUGA:Hendak Ikut Demo di Jakarta, 25 Pelajar di Kabupaten Tangerang Diamankan Polisi. Ada yang Bawa Masker Joker dan Peci Sebagai Atribut

Oleh karena itu, pungkas dokter ini, mengoleskan kayu putih pada masker bukan jaminan penggunanya pasti akan terlindung dari virus corona baru.

Residen Kedokteran Olahraga, Freddy Ferdian, menyatakan minyak esensial seperti kayu putih atau peppermint berfungsi sebagai aromaterapi untuk menyegarkan dan meningkatkan konsentrasi, namun bukan untuk mencegah ataupun mengobati Covid-19.

“Penggunaannya juga bersifat individual karena beberapa orang yang sensitif atau alergi terhadap minyak tertentu dapat mengalami pusing, nyeri kepala, sesak, dan gatal saat menghirupnya,”tutur Freddy.

BACA JUGA:Bareng JHL dan Muspida, Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang Bagikan 5000 Masker dan APD

Sementara Muliadi Limanjaya, Dokter Umum di RS Pondok Indah– Bintaro Jaya, melalui surat elektronik mengatakan dia tidak menyarankan hal itu.

“Penggunaan atau mengoleskan minyak tertentu pada masker, selain dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan akibat aroma yang terlalu intens, juga dapat menutup pori atau lubang filtrasi pada masker, sehingga tidak disarankan.”imbuh Muliadi.(Jay De Menes/ANTARA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.