Soal Biaya Pendidikan, Dindik Kota Serang Tak Bisa Intervensi Sekolah Swasta

  • Whatsapp
Biaya Pendidikan Dindik Kota Serang
Kepala Bidang SMP Dindik Kota Serang, Sarnata.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten mengaku tidak bisa intervensi terhadap kebijakan sekolah swasta terkait biaya pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

“Kami tidak bisa intervensi, karena swastakan mengelola sendiri. Mungkin kami akan coba menerapkan standarisasi biaya pendidikan untuk swasta. Kalau bisa gratis sama dengan negeri,” ujar Kepala Bidang SMP Dindikbud Kota Serang, Sarnata, Kamis (11/6/2020).

Bacaan Lainnya

Sarnata melanjutkan, untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020-2021 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP di Kota Serang melalui 2 cara,  yaitu Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring). PPDB tingkat SMP, kata dia, dibuka mulai 17 Juni sampai 20 Juni 2020.

“Hanya 26 sekolah yang melakukan Daring, selebihnya Luring seperti SMP Satap Curug, Satap Gelam, Satap Sayar dan sekolah-sekolah swasta,” jelasnya.

Mengenai teknis Luring, pihaknya menyerahkan kepada pihak swasta dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Mekanismenya PPDB itu, kata Sarnata, ada 4 jalur yaitu pertama zonasi bagi siswa yang berada dalam zona.

Zona itu, kata dia, bukan kelurahan atau kecamatan, tapi radius kedekatan pendaftar dengan sekolah yang akan dituju dan presentasi yang diberikan untuk zonasi 70 persen dari daya tampung keseluruhan.

“Kedua zalur prestasi 10 persen. Diperuntukan untuk calon peserta didik yang punya prestasi baik secara akademik maupun non akademik, seperti perlombaan yang berjenjang,” paparnya.

Ketiga, apirmasi diperuntukan bagi anak yang kurang mampu dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau punya kartu Indonesia pintar dan lain-lain, presentasinya 15 persen dari daya tampung yang disediakan.

Terakhir, kata Sarnata, adalah jalur perpindahan oranga tua wali. Bagi anak-anak yang berada di luar zonasi, namun orang tuanya mengalami perpindahan tugas kerja pada lembaga atau institusi perusahan tetap berdomisili di Kota Serang namun ini dperuntukan luar zonasi.

Sedangkan untuk dimulainya masuk sekolah tahun ajaran baru 2020-2021 di Kota Serang, kata Sarnata, masih menunggu Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendidikan RI. Pihaknya juga akan berkoordunasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang.

Sementara disinggung soal banyaknya kesalahan peserta dalam menentukan titik koordinat, Sarnata menyebut,  google map tidak mampu membaca RT atau RW, hanya mampu membaca jalan.

“Kami maklumi titik koordinat ini. Google. Jadi banyak kekeliruan, kami akan sempurnakan,” katanya seraya menyebut pihak sekolah yang dituju diminta membantu para peserta calon siswa yang mengalami kesalahan dalam penentuan letak lokasi google map tersebut.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto mengakui pihaknya masih menunggu rekomendasi gugus tugas covid-19 mengenai dimulainya masuk sekolah tahun ajaran baru. Wasis memperkirakan sekolah tatap muka bisa dimulai pertengahan Juli 2020.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.