Soal Bantuan Dampak Covid-19, Wali Kota Kota Serang Ngaku Dilema

  • Whatsapp
dampak covid-19
Ilustrasi - Bantuan sosial dampak covid-19 salah satunya melalui program jaring pengaman sosial.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Banyak warga kurang mampu mengeluhkan belum mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak covid-19 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten.

Seperti di Kelurahan Tigar, Kecamatan Curug, warga kurang mampu yang belum menerima bantuan JPS dampak covid-19 jumlahnya sebanyak 66 orang. Mereka terdiri dari janda dan warga lanjut usia.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kondisi itu, Wali Kota Serang, Syafrudin mengaku dilema. Sebab, kata dia, penerima JPS jumlahnya melebihi dari target awal sebanyak 50 ribu orang.

“Jumlah yang masuk ke Dinsos (Dinas Sosial Kota Serang) mencapai 70 ribu orang. Mungkin kalau dibagi rata berkurang dari Rp200 ribu,” katanya kepada wartawan di Kantor Diskominfo Kota Serang, Rabu (6/5/2020).

Selain itu, Pemkot Serang juga memilih bantuan JPS berbentuk sembako yang diketahui berupa beras 10 kilogram, mi instan 14 bungkus dan 2 kaleng sarden. Komposisi bantuan tersebut, kata Syafrudin, untuk membedakan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Selain itu, Syafrudin mengakui adanya protes dari sejumlah pihak yang menyebut bantuan sembako dengan nominal Rp200.000 komposisinya bisa lebih dari hanya sekadar beras, mie dan sarden. “Akan dibahas lagi,  akan disesuaikan lagi,” ungkapnya.

Syafrudin juga mengintruksikan inspektorat untuk melakukan pengecekan kepada Dinsos terhadap nominal komposisi sembako dalam bantuan JPS yang dipersoalkan sejumlah pihak itu.

“Karena secara teknis dinsos yang lebih tahu nominalnya,” jelasnya.

Menanggapi instruksi itu, Kepala Inspektorat Kota Serang, Yudi Suryadi mengaku akan melakukan pengecekan kepada Dinsos. Selain itu, pihaknya mengaku sejak awal sudah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan bantuan JPS dampak covid-19.

“Hasilnya seperti apa nanti kami sampaikan setelah selesai pengecekan,” akunya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Serang, Muji Rohman berjanji akan meminta penjelasan Dinsos terkait bantuan sosial campak covid-19 yang dipersoalkan sejumlah pihak tersebut.

Dia mengakui, sebelumnya Dinsos telah menyampaikan program kegiatan yang akan dilakukan terkait bantuan sosial dampak covid-19, termasuk anggarannya. Namun saat itu, kata dia, tidak berbicara detail secara teknis.

“Yang pasti saat itu kami mengusulkan bantuan JPS itu bentuknya uang tunai. Mungkin Dinsos punya alasan lain dengan memberikan bantuan sembako. Padahal dengan BLT (bantuan langsung tunai) tidak repot tidak banyak ngumpulin orang,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.