SMK dan MTS Jaya Buana Kresek Gelar MPLS

oleh -
MASA PERKENALAN : Perwakilan anak didik baru SMK dan MTS Jaya Buana Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menerima kaos sebagai tada dibukanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolahya, Jumat (12/7/2019).

REDAKSI24.COM—SMK dan MTS Jaya Buana Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2019 bagi anak didik barunya. MPLS dilaksanakan selama satu minggu, di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah SMK Jaya Buana, Aan Ansori mengungkapkan, MPLS adalah masa perkenalan murid baru di sekolah. Murid dikenalkan berbagai lingkungan yang ada di sekolah. Aan berharap lewat kegiatan ini, anak didik baru bisa mengenal baik guru, ruang kelas, lingkungan sekolah dan saling kenal sesama murid lainnya.

 “Tahun ini ada sekitar 800 murid, yang ikut MPLS. Hampir 600 murid SMK dan sisanya murid baru Mts,” jelasnya, Jumat, (12/7/2019).

Aan menambahkan, selama MPLS pula, murid diberikan pembekalan tentang mitra sekolah dari luar. Sehingga, murid paham, bahwa lingkungan sekitar, mendukung keberhasilan seseorang atau lembaga pendidikan seperti sekolah.

 “Ada beberapa narasumber dari luar yang kita hadirkan, tujuannya untuk mencerdaskan anak didik tentunya. Sebab, kalau cerdas, di sini akan diberikan beasiswa, alias gratis,” ungkapnya.

Ketua pelaksana MPLS Sekolah Jaya Buana, Iqbal Qurnawan menambahkan, peserta MPLS di sekolah Buana Jaya akan dikenalkan tentang budi pekerti, peduli dan ahlakul karimah.

Dengan pemahaman tentang hal-hal tersebut lanjut Iqbal, diharapkan murid menjadi pribadi yang sopan, cerdas dan beriman. Bisa dikatakan, meski sekolah umum, namun tak kalah dengan pendidikan di pesantren.

 “MPLS dulu dikenal MOS atau masa orientasi siswa. Lebih banyak kepada Ta’aruf sesama teman, guru dan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Iqbal menjamin, pihaknya selama pelaksanaan MPLS di sekolah Buana Jaya, tidak ada kata senior junior, perpeloncoan, atau kekerasan fisik lainnya. Karena, sekolah, dalam hal ini panitia, sangat disiplin ke peserta dan panitia.  “Ditambah, dewan guru dan kepala sekolah pun, ikut memantau. Jadi kami sangat hindari, kegiatan yang tidak mendidik murid baru,” pungkasnya.(Mad/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *