SMAN 4 Kota Tangerang Dilaporkan ke Inspektorat Banten

oleh -
Muhammad Ikhwan Alfarisi didampingi pamannya, Yudha Rahmat Fajar di kantor Inspektorat Provinsi Banten, Senin (29/07/2019).

REDAKSI24.COM – Muhamad Ikhwan Alfarisi, anak yatim dari keluarga tidak mampu yang ditolak masuk SMAN 4 Kota Tangerang, mengadukan nasibnya ke Inspektorat Provinsi Banten, Senin (29/07/2019).

Ikhwan satu-satunya pelajar dari Kelurahan Periuk Jaya yang tidak lulus seleksi masuk SMAN 4 Kota Tangerang. Sementara sejumlah teman yang juga tetangganya lulus semua. Ikhwan tidak lolos lantaran terhadang sistem zonasi. Jarak rumah Ikhwan dengan sekolah yang ditujunya itu, 1,2 kilometer.

Ikhwan didampingi pamannya, Yudha Rahmat Fajar dan Ujang Umar, tokoh masyarakat Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, tiba di kantor Inspektorat Banten di Kota Serang sekitar pukul 08.00 WIB. Ibunya batal mendampinginya karena sedang sakit.

Kepada Redaksi24.com Ikhwan bercerita kedatangannya hanya ingin menuntut keadilan. Sebab, hanya dirinya yang tidak diterima di SMAN 4 Kota Tangerang. Sedangkan kedua teman yang tetangganya yang tinggal di Jalan Angsana III dan Jalan Angsana IV, dinyatan diterima di sekolah itu.

“Kalau memang yang menjadi acuan sistem zonasi, seharusnya kedua temen saya juga tidak masuk,” ungkap Ikhwan.

Lebih lanjut Ikhwan menceritakan, dia hanya ingin sekolah di SMAN 4 Kota Tangerang. Sebab selain jaraknya yang tidak terlalu jauh, banyak juga teman-temannya yang sudah diterima di SMAN 4 Kota Tangerang.

“Ada yang merekomendasikan saya ke SMAN 15 Kota Tangerang. Tapi saya tidak mau, karena jaraknya lebih jauh,” tuturnya seraya berharap masih bisa bersekolah di SMAN 4 Kota Tangerang. “Tapi jika tidak bisa juga, saya akan melakukan langkah hokum selanjutnya,” imbuh Ikhwan.

Yudha, paman Ikhwan mengaku kedatangannya ke Inspektorat Banten untuk memperjuangkan keponakannya bisa bersekolah di SMAN 4 Kota Tangerang. Karena, kata dia, jika merujuk sistem zonasi, Ikhwan seharusnya bisa diterima di SMAN 4 Kota Tangerang.

“Ada 2 siswa tetangganya yang sekarang sudah bersekolah di SMAN 4. Tempat tinggalnya tak jauh dari rumah keponakan saya. Kenapa keponakan saya tidak diterima,” ujar Yudha.

Dari sisi administrasi, lanjut Yudha, Kelurahan Periuk Jaya sudah membuatkan beberapa surat keterangan yang menjadi syarat masuk ke sekolah tersebut.

Seperti surat keterangan kematian orang tua Ikhwan, surat keterangan sebagai warga Kelurahan Periuk Jaya Jalan Angsana IV/118 RT/RW 004/005 Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Surat keterangan pasangan dari Almarhum Usman Tahir dan Nurlaela. Surat keterangan Ikhwan masih bertempat tinggal di alamat tersebut, yang ditujukan sebagai persyaratan/pendaftaran di SMAN 4 Kota Tangerang.

“Keponakan saya dari keluarga kurang mampu. Jika diterima di SMAN 4 Kota Tangerang, dia bisa naik sepeda ke sekolah. Kalau ke SMAN 15, jaraknya terlalu jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, pejabat Inspektorat Provinsi Banten yang menerima penagduan Ikhwan berjanji akan meminta klarifikasi dengan cara memanggil kepala SMAN 4 Kota Tangerang. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.