SMA/SMK Prisma Kota Serang Tutup Setelah Capai Puncak Favorit Tahun 2000-an

  • Whatsapp
SMA/SMK primsa kota serang
SMA/SMK Prisma Kota Serang resmi tutup tahun ini setelah menelurkan banyak alumni yang sukses.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sangat disayangkan SMK/SMA Prisma Kota Serang tutup karena kehilangan peminat. Padahal sekolah yang sudah lebih dari 30 tahun berdiri itu, sudah menelurkan banyak alumni sukses, Bahkan banyak alumninya yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Salah satu Alumni SMK Prisma, Vredo Adisyah Putra mengungkapkan kesedihannya mendengar sekolah tempatnya dahulu menimba ilmu kini tutup. Pasalnya banyak kenangan dia rasakan selama belajar di sekolah yang pernah menjadi favorit itu.

Bacaan Lainnya

“Banyak yang tak bisa dilupakan. Mulai dari metode belajarnya, hingga kegiatan lain,” kata Alumni SMK Prisma yang lulus tahun 2009 itu kepada Redaksi24.com di Kota Serang, Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA: Kisah Guru SMA/SMK Prisma Kota Serang, 13 Tahun Mengabdi Tiba-tiba Sekolah Tutup

Vredo yang pernah menjabat Ketua MPO SMK Prisma tahun 2007 serta Wakil Ketua Osis SMK Prisma pada 2008-2009, cukup aktif selama mengenyam pendidikan di SMK Prisma. Bahkan meskipun siswa SMK, namun dia mampu membuka ruang komunikasi dengan rekan-rekannya SMA di sekolah yang sama.

“Sejak sekolah saya aktif menjalin komunikasi, meskipun anak teknik, tapi saya membuka ruang untuk bisa berinteraksi dengan teman di SMA,” imbuhnya.

Vredo yang saat ini sedang mengeyam pendidikan S2 di Universitas Bina Bangsa (Uniba), masih teringat dengan apa yang diajarkan para guru di SMK Prisma. Para guru di SMK Prismalah yang membuatnya mahir mengoperasikan teknik listrik dan mesin bubut.

“Hingga kini saya masih ingat betul apa yang diajarkan guru waktu sekolah,” ungkapnya seraya mengungkapkan guru favoritnya bernama Pak Yaman, guru yang mengajar teknik listrik dan guru olahraganya, Pak Juhrian.

Sampai detik ini, lanjut Vredo, masih terngiang nasehat para guru yang menyatakan anak STM punya keahlian khusus. Ucapan gurunya itulah yang menjadi motivasi baginya hingga seperti sekarang ini.

“Pesan dari guru yang saya masih ingat betul, anak STM punya keahlian khusus, kudu boga (punya) bengkel sendiri,” kenangnya.

BACA JUGA: Sepi Peminat, SMK Prisma Kota Serang Tutup

Namun sayangnya kini, sekolah Prisma sudah tutup. Dia merasa kehilangan dengan sekolahnya yang penuh kenangan. Vredo hanya bisa mengucapkan selamat jalan terhadap sekolah tempatnya mencari ilmu itu.

“Yang jelas saya sangat merasa kehilangan sekolah tempat saya menimba ilmu. Selamat jalan SMK/SMA Prisma,” kenangnya.

Menurut Vredo, sekolah swasta memang harus siap dalam menghadapi pasang surut. Pada tahun 2000-an, kata dia, sekolah yang dikelola Yayasan Prisma Sanjaya tersebut menjadi SMA/SMK swasta favorit di Kota Serang.

“Ya namanya sekolah swasta, sama dengan bisnis dagang ada pasang surut. Tahun 2000-an menjadi puncak kejayaan SMK/SMA Prisma sebagai sekolah swasta favorit,” paparnya.

Vredo juga berpesan kepada siswa yang telah dipindahkan dari sekolah Prisma untuk tidak berputus asa dengan terus melanjutkan sekolah yang tinggi sehingga biusa mencapai cita-cita. “Seluruh alumni SMA/SMK Prisma bersama-sama merasakan pil pahit ini,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.