Siswa Titipannya Tidak Diterima di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru Amuk Sekolah

  • Whatsapp
Sman 3 tangerang selatan
Plt Kepala SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Aan Sri Analiah.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Dugaan adanya praktik titipan kursi untuk calon siswa di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan kini mencuat setelah  Lurah Benda Baru, Saidun, Kecamatan Pamulang ngamuk lantaran mendapat harapan palsu siswa titipannya tidak diterima.

Plt Kepala SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Aan Sri Analiah membenarkan adanya insiden Lurah Benda Baru, Kecamatan Saidun yang mengamuk di ruangannya.

Bacaan Lainnya

Aan mengatakan, insiden terjadi setelah pihaknya tidak menerima calon siswa yang dititipkan oleh Lurah Saidun masuk ke SMAN 3 Tangsel. “Kejadiannya Jumat kemarin. Ya biasa, karena masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pak lurah mungkin dapat tekanan dari masyarakatnya untuk mengusahakan agar masuk ke SMAN 3,,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).

Aan mengakui, bahwa Lurah Benda Baru menitipkan lima orang calon siswa kepadanya dan sudah berstatus cadangan calon siswa. Tetapi tidak diakomodir lantaran prosesi pendaftaran PPDB dan daftar ulang sudah ditutup serta kuota siswa sudah terpenuhi.

“Ada lima orang yang dititipkan oleh pak lurah dan ada tiga yang sudah berstatus calon siswa cadangan. Tetapi, karena PPDB dan daftar ulang sudah tutup dan kuota sudah penuh, titipan pak lurah tidak diakomodir,” akunya.

BACA JUGA: Soal Pelaksanaan PPDB, Kadindikbud Tangsel Pastikan Tidak Ada Siswa Titipan

Meski mengakui adanya titipan calon siswa, Aan berkilah bahwa dirinya mendapatkan imbalan dari praktik curang tersebut. “Saya pribadi tidak meminta atau menerima imbalan apapun,” pungkasnya.

Aan menerangkan, insiden tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Polsek Pamulang dengan laporan tindakan pemaksaan dan pengrusakan fasilitas sekolah. Tetapi, lanjut Aan, Lurah Saidun sudah datang dan meminta maaf terkait adanya insiden tersebut dengan disaksikan Camat Pamulang dan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Tangsel.

“Soal laporan, nanti kita tunggu dulu. Lurah dipanggil oleh pihak kepolisian dan menjelaskan sekaligus mengakui perbuatannya pada pihak kepolisian. Jika memang itu dilakukan, diakui dan meminta maaf lagi di depan polisi kemungkinan laporan akan dicabut,” terang Aan.

Dikonfirmasi masalah laporan itu, Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto membenarkan.“Benar. Peristiwa terjadi Jumat (10/7/2020) lalu pukul 15.30 WIB. Saat itu, terlapor mendatangi SMAN 3 Tangsel untuk memaksa memasukan dua orang calon siswa baru  menjadi siswa di sekolah tersebut,” kata Supiyanto.

Pada saat itu, Kepala SMAN 3 Tangsel memberikan penjelasan jika sebelumnya sudah ada tiga calon siswa yang mengatas namakan Lurah Benda Baru Saidun. Namun, ketiga calon siswa tersebut masih berstatus cadangan.

Tidak terima dengan penjelasan tersebut, Saidun mengamuk hingga menendang toples yang diletakan di meja tamu ruangan Kepala SMAN 3 Tangsel dan lalu pergi.

“Mendengar jawaban yang telah diberikan oleh Kepala SMAN 3 Tangsel itu, terlapor (Saidun) langsung menendang toples yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah. Setelah itu terlapor meninggalkan ruangan tersebut untuk pergi,” papar Supiyanto.

BACA JUGA: Jumlah Pendaftar Calon Siswa Baru SDN di Tangsel Kurang Peminat

Atas perbuatannya, Saidun diduga melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan, karena telah melakukan pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 (1) KUHP dan 406 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara dibawah 5 tahun. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.