Siswa SDN 02 Pasir Kupa Lebak Belajar Dengan Mengampar Tikar Dan Terpal

  • Whatsapp
Sekolah diatas terpal

LEBAK, REDAKSI24.COM –
Puluhan siswa SDN 02 Pasir Kupa di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa melaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan cara numpang di salah satu Madrasah di Kampung Pasir Kupa, karena tidak tersedianya ruang kelas di SDN tersebut.

Pasalnya, SDN itu hanya memiliki 6 ruang kelas. Sementara siswa yang sekolah sebanyak 327 orang. Sehingga bila dipaksakan untuk bergabung dengan rombongan belajar (rombel) yang lain, akan mengganggu.

Bacaan Lainnya

” Dengan jumlah siswa yang mencapai 300 orang lebih itu, tentunya sekolah ini harus memiliki 12 ruang kelas, sehingga dalam melaksanakan kegiagan belajar mengajar bisa berjalan normal dan nyaman,” kata Kepala SDN 02 Pasir Kupa, Nuryati, Senin (28/10/2019).

Karena itu, kata Nuryati, dalam melaksanakan KBM, pihaknya berinisiatif untuk menumpang di Madrasah yang jaraknya tidak jauh dari SDN tersebut. ” Selama kita numpang di Madrasah ini, kita hanya dikenakan biaya bayar listrik dan air Rp 300 ribu per bulan,” kata dia.

Ditanya apakah persoalan tersebut sudah disampaikan kepada Pemkab Lebak, Nuryati menjelaskan pihaknya sudah pernah menghadap ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta DPRD Kabupaten Lebak. Namun, kata dia, hingga hampir memasuki tahun ke 5 tidak ada tindakan yang kongkrit dari instasi itu.

BACA JUGA:

Anggaran Rehab Sekolah 2019 di Lebak Alami Peningkatan Hingga Rp 10 Milliar

Ratusan Siswa Lebak Belajar Di Rumah Warga, Karena Ruang Sekolah Nyaris Ambruk

Akibatnya, kata Nuryati, kondisi KBM siswa yang duduk di kelas 3 dan numpang di Madrasah semakin memprihatinkan. Mengingat lambat laun kursi dan meja di sekolah itu lapuk dan rusak

” Belakangan ini anak-anak terpaksa belajar dengan cara mengampar tikar dan terpal plastik karena kursi serta meja di Madrasah rusak,’ kata dia.

Menurut salah seorang siswa SDN 02 Pasir Kupa, Ifal (10) ia beserta teman-temannha terpaksa berlajar beralaskan tikar dan terpal karena kuri dan meja di Madrassah rusak. ‘ Pinginnya bisa belajar diatas kursi dan meja. Tapi karena gak ya terpaksa,” kata Ifal dengan nada lirih. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.