Sisa Biaya Tak Terduga Sudah Minim, DPRD Banten Bakal Bahas Pergeseran Anggaran

  • Whatsapp
PDP Corona Pandeglang
Dok.

SERANG,REDAKSI24.COM—Unsur pimpinan DPRD Banten menyetujui akan dilakukannya pembahasan pergeseran anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19 di Banten. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung masa KLB yang ditetapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Wakil Ketua DPRD Banten, M. Nawa Said Dimiyati mengatakan, untuk masa KLB rencananya akan memakai Biaya Tak Terduga (BTT). Hanya saja dana BTT yang dialokasikan sebesar Rp45 miliar kini tersisa Rp13 miliar. Itu dikarenakan anggaran yang terkuras untuk penanganan banjir bandang di Lebak yang terjadi pada Januari 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

Selama KLB Covid-19, Kegiatan Kunker ke Luar Daerah dan Rapat Paripurna DPRD Banten Ditiadakan

3.322 ASN Pemprov Banten Akan Bekerja dari Rumah

Gubernur Banten dan Kepala Daerah Se-Tangerang Raya Tetapkan KLB Wabah Corona

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan sisa BTT tersebut dipastikan tidak akan cukup untuk masa KLB. Apalagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten saja selaku leading sektor penanganan Corona di Banten sudah mengajukan alokasi Rp9 miliar Untuk masa KLB.

“Makanya untuk pembahasan anggaran yang merupakan salah satu fungsi DPRD kita tetap akan membahas itu,” jelas pria yang akrab disapa Cak Nawa ini.

Saat ditanya untuk apa saja dana Rp 9 miliar, Cak Nawa mengaku, dari laporan yang diterima DPRD Banten dana tersebut untuk sosialisasi mitigasi corona, pemberian insentif untuk tenaga medis, pembelian alat-alat medis dan pembangunan ruang isolasi baru.

“Khusus untuk ruang isolasi kan masih kurang. Makanya kemungkinan akan ditambah. Lalu untuk pembelian alat kesehatan, kan bajunya juga khusus itu harganya nggak murah lagi dan itu sekali pakai,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo mengamini jika pihak pimpinan DPRD telah menyetujui akan dilakukannya pembahasan pergeseran anggaran untuk penanganan wabah Corona di Banten. Bahkan politisi dari PKS ini mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan mitra kerja unttuk pembahasan pergeseran anggaran tersebut.

“Itu tetap kita lakukan. Apalagi kan diperkirakan akan ada pergesaran anggaran untuk penanganan KLB Corona di Banten. BTT dari Rp45 miliar kan tinggal Rp13 miliar. Ditambah Dinkes juga sudah minta Rp 9 miliar otomatis tinggal Rp 4 miliar. Dan kemungkinan kurang,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi PKS itu mengungkapkan, DPRD Banten juga akan mengikuti protokol pencegahan penyebaran corona. Salah satunya dengan menyediakan sabun cuci tangan dan pemindai suhu tubuh.

“Jadi untuk pegawai di DPRD Banten sebelum masuk harus cuci tangan, lalu nanti ada petugas untuk memindai suhu tubuh. Kalau ada yang flu kita siapkan masker. Dan nanti akses keluar masuk lewat satu pintu,” katanya. (Luthfi/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.