Sirine Disaster PLTU 2 Labuan Pandeglang Sebagai Persiapan Mitigasi Bencana

  • Whatsapp
tsunami pandeglang
Petugas PLTU 2 Labuan melakukan tes sirine distater atau alat pendeteksi bencana.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pengelola PLTU Banten 2 Labuan, Pandeglang, telah memasang alat sirine disaster atau alat pendeteksi bencana di lingkungan perusahaan pembangkit listrik tersebut. Alat itu dipasang sebagai upaya persiapan mitigasi bencana atau sebagai tanda bahaya ketika terjadi bencana, seperri  tsunami.

Alat sirine tersebut telah dilakukan uji coba pada Senin (5/10/2020) sekitar pukul 14:00 WIB. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah alat sirine tsunami tersebut berfungsi atau tidak. Pada pengetesan sirine tersebut, masyarakat tetap tenang karena sebelumnya telah diinformasikan terlebih dahulu melalui sebaran surat.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pejabat kehumasan Indonesia Power (IP) PLTU Banten 2 Labuan, Pandeglang, Andi mengatakan, alat sirine yang dipasang di kawasan PLTU tersebut sebagai peringatan dini bagi para pegawai PLTU dan masyarakat di wilayah penyangga perusahaan pembangkit listrik tersebut, ketika ada bencana tsunami.

“Memberikan tanda bahaya apabila terjadi bencana tsunami. Selain itu sebagai bentuk persiapan mitigasi bencana tsunami,” ungkap Andi, Selasa (6/10/2020).

BACA JUGA: Wah, Alat Deteksi Tsunami di Pandeglang Banyak yang Rusak

Tak hanya itu, lanjut Andi, pemasangan sirine disaster tersebut sebagai bentuk persiapan mitigasi bencana tsunami, untuk menciptakan dan meningkatkan lingkungan kerjan yang aman dan nyaman.

“Untuk melindungi seluruh pekerja sebagai tindakan prepentive dari potensi terjadinya kecelakaan kerja, terutama diakibatkan bencana alam,” katanya.

Terpisah, Camat Labuan, Pandeglang, Ace Jarnuji mengaku, apresiasi terhadap pihak PLTU Banten 2 Labuan, yang telah menyediakan alat sirine disaster. Alat peringatan bencana tsunami itu tidak hanya bermanfaat bagi para pegawai di lingkungan PLTU saja, akan tetapi bagi masyarakat di wilayah penyangga khususnya Labuan.

“Di Labuan juga sebetulnya sudah ada yang dipasang oleh pemerintah. Tapi jika pihak perusahaan itu (PLTU 2 Labuan) memasang alat sirine lagi, tentu lebih baik sebagai peringatan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, alat sirine disaster tersebut dirasanya cukup penting sebagai tanda atau peringatan kepada masyarakat jika ada bencana. Terlebih kata camat, Labuan merupakan kawasan yang berdekatan dengan laut, sehingga rawan terjadi bencana.

“Kemarin juga pihak PLTU 2 Labuan telah melakukan pengetesan terhadap alat airine disaster itu,” tambahnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.