Sinyal Jadi Kendala Siswa di Lebak Untuk Lakukan Ujian dan PPDB Online

  • Whatsapp
Siswa di Lebak Ujian PPDB Online
Siswa di Lebak sedang ujian online di kebun.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Keterbatasan sinyal dipelosok daerah menjadi salah satu faktor penghambat pelaksaan berbagai aktivitas pendidikan di wilayah Kabupaten Lebak. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya siswa di pelosok Kabupaten Lebak yang mengeluh akan susahnya mendapatkan akses jaringan untuk mengikuti pembelajaran online di rumahnya masing-masing yang diberlakukan seiring dengan Pandemi Covid-19.

Seperti yang dialami Kholid (17) Seorang siswa yang kini duduk dibangku kelas X SMAN 1 Cibadak yang harus berjuang mencari tempat yang memiliki akses sinyal bagus guna mengikuti ujian akhir semester (UAS) yang digelar secara online.

Bacaan Lainnya

Hal ini dilakukannya karena rumahnya yang berada di kampung Pasir Eurih, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, tidak ada sinyal untuk mendapatkan akses internet. Sehingga dirinya harus berjalan ke kebun yang letaknya lebih tinggi dari rumahnya.

“Di rumah ga ada sinyal, jadi harus jalan ke kebun supaya bisa ikut Ujian, ” kata Kholid, Jum’at (12/6/2020).

Kholid mengaku, hal tersebut telah dilakukannya semenjak diberlakukannya pembelajaran online menyusul Pandemi Covid-19 yang terus menyebar ke seluruh daerah. Ia menuturkan, selain sinyal, mahal nya Kouta internet juga menjadi salah satu kendala bagi dirinya untuk mengikuti pembelajaran online, akibatnya dirinya tidak bisa mengikuti dan menyerap materi secara menyeluruh dari pembelajaran online tersebut.

” Ya saya berharap, pandemi covid-19 ini dapat segera berakhir, sehingga proses belajar di sekolah dapat berjalan normal kembali,” harapnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Banten Wilayah Lebak A Sirojudin Alfarisy mengatakan, minimnya akses sinyal juga menjadi kendala bagi para siswa di Lebak untuk mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat selanjutnya. Tercatat terdapat 4.735 pelajar yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah negeri di Kabupaten Lebak pada PPDB yang dimulai perbulan Mei hingga Juni 2020.

Katanya, terdapat beberapa sekolah yang mengalami gangguan jaringan internet yang lokasinya jauh dari pusat kota Rangkasbitung.

“Secara umum PPDB SMA di Lebak berjalan lancar. Mayoritas sekolah menggunakan sistem PPDB online. Tapi ada beberapa sekolah yang memberlakukan pendaftaran secara manual atau offline, yakni ketika terjadi gangguan jaringan internet,”kata Sirojudin kepada awak media.

Untuk itu, pada PDDB tahun 2020 yang berlangsung ditengah Pandemi Covid-19, pihaknya tidak mengharuskan setiap sekolah tingkat sma/smk di Lebak digelar secara online. Namun juga digelar secara offline, khususnya bagi sekolah yang memiliki ganguan akses internet.

” Sekolah yang mengalami gangguan jaringan pada saat PPDB berada di kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten. Kita berikan solusi agar sekolah tetap bisa melaksanakan PPDB dan calon siswa baru bisa mendaftar, yakni dengan sistem manual atau offline,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.