Sinkronisasi Ultra Mikro dengan Permodalan, Ananta Wahana Pertemukan Ratusan Pelaku UMKM dengan 3 BUMN

oleh -
Sinkronisasi Ultra Mikro dengan Permodalan, Ananta Wahana Pertemukan Ratusan Pelaku UMKM dengan 3 BUMN
Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana/Hendra.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Masih dalam Bulan Bung Karno, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana bekerjasama dengan Universitas Tangerang Raya (UNTARA) melakukan Sosialisasi Ultra Mikro untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Dalam acara yang digelar di aula UNTARA,Sabtu (5/6/2021) mempertemukan ratusan pelaku UMKM di Wilayah Tangerang Raya dengan tiga BUMN yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian dan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dalam sambutannya Ananta menjelaskan acara ini sengaja digagas untuk sinkronisasi antara pelaku UMKM dengan tiga BUMN yang bisa memberikan fasilitas modal usaha.Pasalnya menurut Ananta walaupun sektor mikro ini kerap menjadi penyelamat perekonomian bangsa, namun hingga saat ini jumlah pelaku UMKM yang bisa mengakses fasilitas permodalan dari lembaga keuangan resmi masih sangat sedikit.

BACA JUGA: BRI Berdayakan Pengusaha Eceng Gondok Asal Tangerang Jadi UMKM Yang Mendunia

“Berdasarkan data yang saya miliki, dari 59.328 unit usaha mikro yang ada di wilayah Tangerang Raya,hanya 17 persen saja yang sudah bisa mengakses fasilitas permodalan dari perbankan atau lembaga-lembaga perekonomian berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) sisanya banyak yang masih terjerat lintah darat atau bank plecit,” tegas Ananta.

 Untuk itu Ananta berharap lewat kegiatan ini dirinya sebagai wakil rakyat bisa menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM dengan dunia perbankan dengan lembaga lainnya khususnya dengan BUMN.

BACA JUGA: Ananta Wahana Perkenalkan Kembali Salam Nasional Indonesia Kepada Mahasiswa

“Seperti kata Presiden Soekarno, pangan merupakan soal mati-hidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu perlu ada usaha secara besar-besaran, radikal, dan revolusioner. Untuk itu penting kiranya untuk terus bisa mengembangkan UMKM agar bisa mensejahterakan masyarakat,” ujar politisi yang duduk di Komisi VI DPR RI ini.

Wakil Pemimpin Wilayah Kantor Wilayah BRI Jakarta 3, Hanam Fajar Nugraha mengatakan selama BRI telaah memiliki berbagai program  untuk meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia dengan menyalurkan bantuan pinjaman mikro dan super mikro.  Bahkan menurut Hanam tidak hanya itu BRI juga telah berupaya menciptakan ekosistem pasar  dimana dalam ekosistem tersebut semua UMKM binaan BRI bisa saling berhubungan dan saling menguntungkan.

Hanam mencontohkan salah satu ekosistem binaan BRI adalah Pelelangan Ikan Muara Angke. Di pelelangan tersebut suppliernya yang merupakan nelayan  Serang, nelayan Lampung beserta penambak di Jatiluhur yang merupakan mitra binaan  BRI akan difasilitasi untuk bisa menjalin bisnis dengan pedagang gerobak dan eceran di Muara Angke yang juga merupakan mitra binaan BRI. Lalu para  pedagang ikan Muara Angke pun sam difasilitasi dengan pra pengusaha dibidang kuliner yang telah menjadi mitra BRI.

BACA JUGA: BRI Microfinance Outlook Berikan Solusi untuk Pengembangan Sektor Keuangan Mikro dan UKM Indonesia

“Program kami tak hanya memberikan fasilitas peningkatan modal tetapi juga peningkatan kapasitas UMKM dalam mengelola usahanya,” jelas Hanam.

Pimpinan Cabang PNM Tangerang, Andrea Prasetya saat ini PNM lebih memfokuskan untuk melakukan bantuan pinjaman modal kepada ibu-ibu yang baru mau memulai usahanya. Bantuan yang diberikan PNM tidak hanya berupa pinjaman modal tetapi bantuan intelektualitas para pengusaha sehingga  usahanya menjadi bankable dan berkesempatan mendapatkan tambahan modal yang lebih besar dari perbankan.

“Di Tangerang Raya ini sedikitnya telah ada 170 ribu UMKM mitra PNM,” ujarnya.

Sementara itu  Vice President Area Tangerang Kanwil IX Jakarta Pegadaian Suhadi mengatakan sesuai dengan taglinenya, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’’, pegadaian terus mendukung perekonomian masyarakat termasuk kepada pelaku UMKM.

Suhadi mengaku di wilayah Banten ini  telah ada 80 outlet pegadaian dan dibantu oleh 500 agen pegadaian.

“500 agen pegadaian sendiri merupakan masyarakat yang tentunya akan mendapatkan fee dari setiap transaksinya” jelas Suhadi.

Menurut Suhadi dibentuknya agen tersebut juga merupakan program Pegadaian dalam menjangkau masyarakat  untuk membantu  ekonominya. Bahkan menurut Suhadi deng dibentuknya agen ini juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM.

“Bayangkan berapa modal yang dibutuhkan untuk jika harus membuka sendiri usaha di bidang pegadaian,” jelasnya. (Hendra) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.