Sidak Warkop Dugem, Satpol PP Temukan Botol Miras Kosong

oleh -
Sidak Warkop Dugem, Satpol PP Temukan Botol Miras Kosong
Petugas Satpol PP menggelar inspeksi mendadak (Sidak) lantaran Warkop tersebut disinyalir menjual minuman keras (Miras) dan menyediakan wanita penghibur.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Banten, menciduk empat waria dan 2 wanita dari warung kopi yang beralihfungsi menjadi tempat dugem di kawasan Puspemkab Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, pada Minggu (15/1/2023) malam.

Petugas Satpol PP menggelar inspeksi mendadak (Sidak) lantaran Warkop tersebut disinyalir menjual minuman keras (Miras) dan menyediakan wanita penghibur. Selain mengamankan waria dan wanita yang diduga pramu ria, dalam Sidak itu petugas juga menemukan sejumlah botol Miras yang sudah kosong.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Tangerang, Syahdan mengatakan, Sidak menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya Warkop yang disulap menjadi tempat hiburan malam (THM).

“Sidak itu bentuk respon aduan masyarakat atas terdapatnya warung yang mengganggu gangguan Trantibumas di lingkup Kantor Pos Tigaraksa,” kata Syahdan kepada wartawan, Senin (16/1/2023).

BACA JUGA: Wah, Warkop Dekat Puspemkab Tangerang Jadi Tempat Dugem

Syahdan menyebutkan, selain memberikan teguran keras kepada pemilik, dari Sidak itu, pihaknya mengamankan barang bukti berupa botol minuman keras (Miras) yang telah kosong.

“Kami tidak mendapati Miras tapi ditemukan beberapa botolnya yang sudah kosong,” terangnya.

Syahdan mengungkap, petugas Satpol PP sebelumnya telah melakukan tindakan tegas dengan menyegel tempat tersebut pada Desember 2022 lalu. Namun, ternyata pemilik Warkop membandel dan nekat beroperasi kembali menjadi tempat hiburan malam.

“Kami sempat menyegel tempat itu pada Desember 2022, tapi ternyata mereka masih saja bandel,” ucap Syahdan.

Kendati tidak langsung dilakukan penyegelan, Syahdan menegaskan akan menelusuri kepemilikan lahan tersebut dan jika terbukti milik Pemda, pihaknya akan melakukan penertiban dengan pembongkaran tempat.

“Kami akan telusuri dulu kepemilikan lahan itu, jika memang milik pemda kita tidak akan segan untuk langsung membongkar,” tandasnya.(Deri/Difa)