Siapkan Musda Tandingan, Sejumlah OKP Bakal Gugat Hasil Musda KNPI Pandeglang

  • Whatsapp
musda KNPI Pandeglang
Kericuhan terjadi dalam Musda KNPI Pandeglang pada MInggu (26/7/2020) malam.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Musda KNPI Kabupaten Pandeglang masih menyisakan persoalan. Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) menyatakan tidak mengakui hasil Musda yang secara aklamasi telah memilih Pujiyanto sebagai Ketua KNPI Kabupaten Pandeglang 2020-2023.

Salah satu perwakilan Organisasi Kepemudaan Cipayung Plus, Tubagus Muhamad Apandi mengatakan, pihaknya tidak mengakui hasil Musda KNPI yang digelar pada Minggu (26/7/2020) malam. Karena itu, kata pria yang juga Ketua GMNI Pandeglang itu, pihaknya akan menggelar Musda KNPI tandingan dengan tema Satu Nafas.

Bacaan Lainnya

“Kami melihat Musda yang dilaksanakan semalam terkesan dipaksakan. Pihak panitia sepertinya tidak mengerti teknis persidangan, karena ketika kami meminta skorsing tidak diindahkan,” imbuhnya.

Ia bersama sejumlah OKP lainnya bakal menggugat hasil Musda yang secara aklamasi telah memilih Pujiyanto sebagai Ketua KNPI Pandeglang periode 2020-2023. “Kami juga akan segera menggelar Musda KNPI Satu Nafas,” tegasnya.

Sementara itu, Panitia Musda KNPI Pandeglang ke XV menyebut, kericuhan di arena Musda justru mempercepat proses Musda hingga terpilihnya Pujiyanto sebagai Ketua KNPI Pandeglang secara aklamasi.

BACA JUGA: Dinilai Janggal, Musda KNPI Pandeglang Berlangsung Ricuh

Diketahui, ada sebanyak dua kandidat yang bertarung dalam Musda KNPI Pandeglang ke XV,  masing-masing Dedi Rivaldi dan Pujiyanto. Namun pada pertengahan acara hingga akhir, terjadi kekisruhan hingga proses Musda dilangsungkan secara aklamasi dan Pujiyanto terpilih sebagai Ketua KNPI Pandeglang.

Tim pelaksana Musda KNPI Pandeglang ke XV, Ade Gogo mengatakan, adanya kericuhan berpengaruh terhadap percepatan pelaksanaan Musda KNPI. Karena dengan kericuhan, proses Musda dipercepat dengan cara aklamasi.

“Karena suasana tidak kondusif Musda dipercepat,  dan pada saat itu Dedi Rivaldi tidak ada di ruangan, akhirnya dilakukan aklamasi, dan Pujiyanto terpiluih secara aklamasi,” ungkap Ade melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020).

Meskipun begitu, lanjut Ade, ketika dilihat dari komposisi pemberi rekomendasi dan pendukung, perbandingan antara kedua kandidat itu berbeda jauh. Dukungan untuk Dedi Rivaldi sebanyak 2 PK KNPI dan 6 OKP. Sementara Pujiyanto didukung sebanyak 18 PK KNPI dan 64 OKP.

“Jadi meskipun dilakukan voting, jika dilihat dari komposisi pendukung, Pujiyanto menang,” katanya.

BACA JUGA: Anggota Dewan Sampai Kades Ramaikan Bursa Calon Ketua KNPI Pandeglang

Saat ditanya bagaimana terkait verifikasi OKP yang dianggap janggal oleh sejumlah OKP yang protes pada acara Musda tersebut, Ade mengaku,  OKP yang disebutkan oleh pimpinan sidang dalam Musda tersebut, adalah OKP yang mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Musda.

Jadi tambah Ade, jumlah OKP sebelumnya sebanyak 65 OKP dengan jumlah PK KNPI sebanyak 35. Tapi menjlenag Musda dilaksanakan, jumlah OKP bertambah menjadi 72 OKP, termasuk data OKP yang melayangkan protes.

“Ketika pimpinan sidang menyebutkan satu persatu nama OKP, dan baru sekitar 50 OKP, terjadilah kericuhan itu. Mereka menganggap tidak terdaftar, padahal proses penyebutan OKP belum sampai pada angka 72 OKP,” ujarnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.