Siap-siap, Puluhan Ribu UMKM di Kota Tangerang Bakal Dapat Bantuan Covid-19

  • Whatsapp
UMKM Kota tangerang
Salah satyu gerai UMKM di Kota Tangerang yang akan mendapat bantuan covid-19.

REDAKSI24.COM, KOTA TANGERANG – Puluhan ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang bakal mendapatkan bantuan. Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah pemerintah dalam pemulihan ekonomi saat pandemi covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra mengatakan, jumlah penerima bantuan tersebut belum dapat ditentukan. Lantaran, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan.

Bacaan Lainnya

“Masih pendataan. Belum kami finalkan jumlahnya karena masih bergerak,” ujarnya Minggu (23/8/2020).

Teddy menjelaskan, anggaran untuk bantuan pelaku UMKM berasal dari 3 sumber. Yakni Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah pusat. Pihaknya berencana memverifikasi sebanyak-banyaknya pelaku UMKM.

“Sebanyaknya data UMKM yang sedang kami kumpulkan. Karena kami akan serap anggaran dari 3 sumber dana yaitu Pusat, Provinsi dan Kota Tangerang. Data yang kami himpun nanti diatur alokasinya ke 3 sumber dana tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Hore! 700 RW di Kota Tangerang Akan Dapat Pelayanan Internet Gratis

Meski demikian, Teddy mengaku belum mengetahui kapan anggaran tersebut dapat dicairkan. Pasalnya, Pemerintah pusat dan Provinsi masih menunggu data yang telah dirampungkan masing-masing daerah.

“Belum dapat dipastikan kapan cairnya. Pusat masih menampung data dari Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia,” kata dia.

Teddy pun belum dapat memastikan berapa jumlah nominal yang akan diberikan untuk pelaku UMKM ini. “Bisa sama juga bisa beda besaran Pusat, Propinsi dan Kota,” imbuhnya.

Senada diungkapkan Kepala Bidang UKM Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tangerang, Katrina Iswandari. Pihaknya menargetkan sebanyak 20 ribu pelaku UMKM di Kota Tangerang mendapat bantuan. Namun, dari data yang sudah berjalan jumlahnya sudah melebihi target.

“Belum ada data pasti. Target 20 ribu. Tapi sekarang sudah lebih,” ungkapnya.

Meski demikian, data yang dihimpun Dinas Perindagkop dan UKM masih akan melalui tahap verifikasi yang dilakukan Pemerintah pusat. “Yang dapat siapa saja juga sebenarnya belum tahu. Karena data yang kami kirim juga nantinya diverifikasi Kementerian,” tuturnya.

Rencananya tahap verifikasi data yang dilakukan Disperindagkop dan UKM rampung pada pekan depan.

“Rencana sampai minggu depan, sambil menunggu arahan pimpinan dan melihat kuota dari kementrian,” jelas Ketrin.

Dari data yang diperoleh dari Disperindagkop UKM terdapat 20.951 pelaku usaha di Kota Tangerang. Itu meliputi Pedagang Kaki Lima dan UMKM.

Diketahui, Pemerintah pusat memiliki program Bantuan Sosial (Bansos) Produktif bagi usaha mikro dan ultra mikro dalam bentuk dana hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta per pelaku UMKM. Rinciannya, penerima bansos produktif UMKM akan menerima Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.(Iqbal/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

6 Komentar

  1. Saya sangat mengharapkan dapat bantuan umkm ,semenjak wabah covid 19 tempat saya kerja sebagai buruh harian lepas jadi nganggur karena ga ada lg orderan ,sedangkan saya janda dan tinggal di konttakan ,anak saya penyandang difable,tolong pemerintah bantu saya

  2. saya salah satu warga tangerang yg terkena dampak phk efek covid 19 dr bulan april sampai detik ini saya belum sama sekali dapat bantuan apapun dr pihak pemkot terkait. saya harap bapak/ibu instansi bisa bantu saya dlm krisis seperti ini.. utk biaya makan aja sulit..

  3. Kena dana umkm d kb.tangerang kelapa dua..kp angris blm ada y…tolong d bantu dan d perjelas dong…saya sebagay pedagang blm ada yg ngasi tau dan daptarin..mksi

  4. Saya peserta BPUM dan layak,tetapi sampai saat ini uang belum bisa di cairkan katanya masih MB atau blokir..
    Pertanyaan saya kok bisa masih MB padahal bantuan sudah masuk buku tabungan.
    Mohon pencerahannya,,,,??
    Saya sudah minta bantuan ke BRI dan Dinas koprasi katanya ga tau,,,lah terus BRI sama dinas terkait karja nya ngapain…saya ada bukti rekamannya sama dinas terkait…