Siap Hadapi Gugatan, Direksi Bank Banten Jamin Tidak Ada Kredit Fiktif

  • Whatsapp
bank banten
Ilustrasi - Aktivits pelayanan perbankan Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pengurus Bank Banten mengaku sudah siap menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan salah satu warga Banten ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemalsuan laporan keuangan Bank Banten tahun anggaran 2019.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pihaknya akan menyiapkan bukti-bukti yang dapat mendukung argumentasinya pada saat memberikan keterangan nanti.

Bacaan Lainnya

“Kami akan ikuti seluruh proses hukum yang berlaku jika memang itu diperlukan,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Menurut Fahmi, kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) yang setiap tahunnya mengalami perbaikan merupakan bukti hasil kinerja Bank Banten dalam mengatasi kredit bermasalah.

BACA JUGA: Ditanya Soal Dugaan Kredit Fiktif, Direksi Bank Banten Bungkam

Rasio kredit bermasalah Bank Banten, lanjutnya, pada tahun 2019 terus membaik seiring dengan penurunan portofolio kredit UMKM, dan ekspansi kredit konsumer yang memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan pendapatan bunga perseroan semenjak bertransformasi menjadi Bank Pembangunan Daerah.

“Adapun indikator perbaikan kinerja Bank Banten pasca akuisisi Bank Pundi terdiri atas NPL gross yang pada 2018 sebesar 5,90 persen turun pada 2019 menjadi 5,01 persen. Sedangkan NPL Net tercatat dari 4,92 persen pada 2018 menjadi 4,01 persen di 2019,” jelasnya.

Diakui Fahmi, sebagaimana perbankan lainnya yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Banten senantiasa patuh dan bergerak dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik, serta menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi.

“Upaya-upaya perbaikan kinerja keuangan Bank Banten yang telah berhasil kami catatkan senantiasa patuh dan berlandaskan dengan kerangka tata kelola perusahaan yang baik serta menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi,” ujar Fahmi.

Terkait dengan tuduhan dugaan adanya kredit fiktif di Bank Banten, dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten menampik dengan tegas tudingan kredit fiktif sekitar Rp150 miliar yang terdapat di Bank Banten. Pasalnya, semua laporan keuangan Bank Banten diaudit Kantor Akuntan Publik yang terdaftar dan diawasi OJK.

“Jadi kami menjamin dan memastikan kredit fiktif ataupun pemalsuan laporan kredit di Bank Banten itu tidak ada. Turunnya NPL Bank Banten 2019 murni dari hasil upaya manajemen dalam melakukan perbaikan kinerja Bank Banten pasca akuisisi dari Bank Pundi,” jelasnya.

Pelaksanaan Good Corporate Government (GCG) dalam setiap aktivitas Bank Banten adalah upaya dalam menjamin para pengambil keputusan untuk dapat mempertanggungjawabkan kepada pihak yang terperngaruh keputusan tersebut, dalam hal ini kewajaran transaksi serta keterbukaan informasi bagi para pemangku kepentingan.

“GCG merupakan suatu mekanisme tata kelola sumber daya organisasi. Mekanisme tersebut dilakukan secara efisien, efektif, ekonomis dengan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan keadilan oleh Manajemen Bank Banten,” tuturnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.