Setujui Vaksin AstraZeneca, Filipina Tertinggi Covid-19 di Asia Tenggara Setelah Indonesia

Warga Filipina disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berbelanja di pasar tradisional Manila. FOTO ANTARA

MANILA, REDAKSI24.COM – Dengan lebih dari 518.000 kasus COVID-19 dan hampir 10.500 kematian, Filipina melaporkan menjadi negara di Asia Tenggara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua setelah Indonesia.

Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina, telah merestui penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari AstraZeneca. Ini juga menjadi vaksin kedua yang disetujui di negara Asia Tenggara tersebut.

Bacaan Lainnya

“Khasiat potensial dan yang telah diketahui dari vaksin COVID-19 AstraZeneca melebihi risikonya,” kata Kepala FDA Filipina, Rolando Enrique Domingo saat konferensi pers.

FDA sebelumnya mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech. Sementara, vaksin COVID-19 yang dikembangkan Gamaleya Rusia, Sinovac Biotech China dan Bharat Biotech India masih menunggu persetujuan.

BACA JUGA: Kejar Target Imlek, 22,8 Juta Warga Cina Sudah Divaksin COVID-19

Menurut Domingo, pengiriman serta penyimpanan vaksin AstraZeneca mudah dan tidak mengharuskan suhu yang sangat dingin. “(Vaksin) itu juga memiliki perlindungan yang sangat baik terhadap COVID-19 parah,” katanya.

Pemerintah Filipina meresmikan kontrak pembelian 17 juta dosis vaksin AstraZeneca, termasuk kontrak dengan sektor swasta untuk 2,6 juta dosis pada November.

Penasihat bisnis pemerintah Filipina yang mewakili sektor swasta, Jose Concepcion mengatakan, pengiriman awal yang dijadwalkan pada Mei tidak akan berdampak masalah manufaktur yang dihadapi AstraZeneca.(ANT/DIFA)

Pos terkait