Setelah Surut, Perumahan Mustika Kembali Banjir, Warga Sayangkan Pernyataan Bupati

  • Whatsapp
Banjir susulan terjadi di Perum Mustika Tigaraksa.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Setelah sempat surut kurang dari sehari, perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, kembali dikepung banjir. 

Warga sekaligus Sekretaris RW 09 Perumahan Mustika, Supardi menuturkan, air mulai kembali naik sekira pukul lima sore. Sama seperti banjir sebelumnya, air dengan cepat masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian 60-70 cm. 

Bacaan Lainnya

Bahkan, lanjut Supardi, untuk di RT 05 air kembali naik dengan ketinggian satu meter lebih yang membuat warga yang baru saja pulang ke rumahnya harus kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

“Kemarin sempat surut, siang tadi juga sempat kering, sekarang air naik kembali,” ujar Supardi saat ditemui di lokasi banjir, Kamis (21/5/2020) malam. 

Ia menjelaskan, jika kondisi sekarang sebagian warga sudah ada yang mengungsi. Sebagian warga ada yang mengungsi di ruko dan di musholah terdekat yang dijadikan tempat pengungsian. 

“Kalau untuk logistik sampai sekarang belum terima, tapi untuk perahu karet masih ada satu dan kondisinya saat ini untuk mengevakuasi warga yang ada di rumah masing-masing,” tuturnya 

Ia mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir terparah yang dialami oleh warga Mustika khususnya warga di RT 1 sampai 5 Rw 09. Sebagai warga ia juga merasa keberatan dengan statement Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar yang mengatakan banjir di Perum Mustika Tigaraksa adalah hal yang biasa. 

“Kami sebagai warga merasa keberatan kalau dibilang biasa karena kami ingin hidup tentram tidak ada gangguan banjir dan banjir,” keluhnya 

Ia berharap, developer Perum Mustika Tigaraksa dalam hal ini PT Budi Mustika ikut andil dalam perbaikan turap maupun gorong-gorong yang kondisinya sudah tidak layak dan tidak bisa difungsikan yang jadi penyebab banjir. 

Selain itu, para warga juga berharap pihak developer juga memperbaiki sekatan pintu air yang ada di RT 5 dan RT 3 yang kondisinya rusak dan membuat warga kesulitan membuang air tiap kali terjadi banjir. 

“Karenakan ini bukan hanya campur tangan pemerintah developer jangan tinggal diam karena kami ingin hidup tenang,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.