Setelah Resmi Menjabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Janji Tuntaskan Kasus Novel

oleh -
Irjen Pol, Nana Sudjana resmi gantikan Komjen Pol, Gatot Eddy Pramono sebagai Kapolda Metro Jaya.

JAKARTA, REDAKSI24.COM — Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nana Sudjana resmi menjabat Kepala Polisi Daerah Metro Jaya menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono.

Setelah dilantik, Irjen Pol Nana berjanji akan terus mengawasi kasus penyiraman mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. “Saya akan terus mengawal kasus ini,” tegas Nana di Markas Besar Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/202).

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menuturkan, pengawalan kasus akan diupayakan melalui pengembangan dua tersangka yang sudah ditahan, termasuk mengenai tudingan tentang tidak miripnya dua wajah pelaku dengan sketsa yang dirilis polisi saat melakukan penyelidikan.

“Tim teknis nanti yang akan menyampaikan perkembangan terkait kasus Novel Ini. Saya mohon waktu dan ini mungkin lebih pasnya nanti ke tim teknis,” ujarnya.

BACA JUGA:

Polri Tegaskan 2 Tersangka Penyiram Novel Ditangkap Sesuai Prosedur

Kapolri Minta Penyidikan Penyiram Novel Dilakukan Secara Transparan

Diketahui sebelumnya, tim Bareskrim Polri menangkap dua orang laki-laki yang disinyalir sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi adalah RM (Rahmat Kadir Mahulette) dan RB (Ronny Bugis)

Berdasarkan laporan dari Kepala Bareskrim Polri, Listyo Sigit Prabowo, RM dan RB merupakan anggota Brimob Polri aktif. Keduanya ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok pada Kamis (26/12/2019) lalu.

Proses penyelidikan hingga penangkapan yang dilakukan oleh Polisi terhadap RB dan RM memakan waktu selama lebih dari 2,5 tahun.

Hingga saat ini polisi belum mengungkapkan secara reasmi apa motif kedua tersangka melakukan penyiraman air keras terhadap wajah Novel yang mengakibatkan matanya nyaris buta. Selain itu Polisi juga belum mengungkap apa ada pihak lain yang terjerat, terutama aktor di balik penyerangan tersebut.

“Seandainya nanti ditemukan ada bukti lain atau orang lain yang terlibat ya kita proses. Yang penting ada alat bukti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Argo Yuwono. (Alfin/Aan)

No More Posts Available.

No more pages to load.