Setelah Plt Ketua DPRD Lebak Digerebek di Rumah Janda, Partai Demokrat Menilai Ada Unsur Politik

  • Whatsapp
Demokrat
Wakil Majelis Pertimbangan DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, M Nawa Said (tengah).

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM– Setelah digerebek di rumah janda dan dikawinkan secara paksa, Plt Ketua DPRD Lebak yang merupakan kader dari Partai Demokrat dinyatakan dijebak oleh seseorang karena diduga adanya unsur politik.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Majelis Pertimbangan DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, M Nawa Said yang ditugaskan oleh DPP Partai Demokrat untuk mencari  kebenaran dari kasus tersebut. 

Bacaan Lainnya

” Kami ditugaskan oleh DPP untuk membentuk tim investigasi guna mengungkap kasus itu,” kata Pengarah Tim Investigasi Nawa Said kepada awak media saat  menggelar konferensi pers, Kamis (8/10/2020) malam di kantor DPD Demokrat Banten di kawasan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Dalam  investigasi tersebut, katanya,  tim  mengungkap berbagai fakta, diantaranya, saat kejadian  UM diketahui tidak hanya berduaan dengan janda berinisial B. Di situ juga ada dua orang yang masih keluarga B.

BACA JUGA: Ucuy Masyuri Menjadi Plt Ketua DPRD Lebak Gantikan Didin Nurohmat Yang Meninggal Dunia

“Benar bahwa pada malam itu UM bertamu ke rumah B karena dihubungi,  namun B tidak sendirian melainkan bersama dengan dua orang lainnya. Berdasarkan keterangan para tetangga dan RT,  tidak ada penggerebekan yang dilakukan warga pada malam itu,” kata Nawa Said.

Karenanya, kata Nawa, tim menduga adanya skenario atau motif lain yang menjebak UM. Pasalnya dalam penggerebekan  yang diketahui dilakukan oleh AB, UM dipaksa untuk menikahi B ditempat karena tudingan perbuatan amoral.  Bahkan,  AB juga melakukan tindak kekerasan terhadap UM.

“Pada saat itu UM menumpang ke kamar mandi untuk membuang air kecil dan diarahkan oleh saudara B ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya,  tidak sampai dua menit, pintu kamar mandi digedor oleh AB yang langsung mencoba memukul UM. Selanjutnya AB meraih leher UM dan memaksanya untuk menikahi B. Namun UM tidak mau, karena merasa tidak bersalah dan langsung meninggalkan tempat, ” ungkap Nawa. 

BACA JUGA: Ketua DPRD Lebak Meninggal Mendadak di Hotel Kawasan Serpong Tangerang Selatan

Selanjutnya,  setelah UM meninggalkan rumah B,  AB terus mengancam bahwa akan mendatangi kantor DPRD Lebak bersama warga dan juga melaporkan hal tersebut kepada BKD dan Publik, jika UM tidak  menikahi B.  Karena bertujuan untuk menjaga marwah Partai, UM akhirnya bersedia untuk menikahi B. 

“Dan tim investigasi memiliki bukti kuat yang bisa dipertanggungjawabkan, bahwa saudara UM dijebak. Tim investigasi memberikan rekomendasi kepada DPD Demokrat Banten, agar UM membuat laporan ke pihak berwajib untuk mengembalikan nama baiknya, keluarganya, lembaga DPRD dan partai yang dinaunginya,” tutupnya (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.