Setelah Menunggu 20 Tahun, Joan Mir Bawa Suzuki di Puncak Klasemen Lagi

  • Whatsapp
Joan Mir

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Balapan musim ini menjadi balapan yang cukup menjanjikan bagi Tim Suzuki Ecstar. Rasanya setelah 20 tahun tak pernah ada satupun pembalapnya yang mampu bertengger di puncak klasemen, kini Joan Mir bisa mewujudkannya. 

Mir merebut pucuk klasemen sementara MotoGP setelah pada Minggu di Grand Prix Aragon, Spanyol, ia naik podium untuk kelima kalinya dari tujuh balapan terakhir.

Bacaan Lainnya

Pembalap tim Suzuki Ecstar itu menggeser Fabio Quartararo ke peringkat dua dengan selisih enam angka dengan lima balapan tersisa musim ini setelah sang rival dari tim Petronas Yamaha gagal finis di zona poin di Aragon.

Mir menjadi pembalap Suzuki pertama yang memimpin perolehan poin klasemen setelah 20 tahun, kala Kenny Roberts Jr membawa pabrikan Hamamatsu itu di puncak pada 2000.

Meski belum pernah memenangi grand prix sejak tampil di Malaysia di kelas Moto3 pada 2017, penampilan konsisten Mir sejak GP Austria tahun ini membuahkan hasil.

“Ini sangat positif karena kami meraih poin penting untuk kejuaraan,” kata Mir setelah finis P3 di Aragon seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Pembalap Spanyol itu kali ini kalah dari rekan satu tim sekaligus kompatriot Alex Rins yang membuat fan MotoGP tahun ini menyaksikan delapan pemenang balapan yang berbeda setelah sepuluh seri digelar.

Rookie tim Repsol Honda Alex Marquez memisahkan kedua pebalap Suzuki itu untuk merebut runner-up keduanya secara beruntun musim ini.

“Jujur aku sedikit kecewa, aku berharap lebih di bagian terakhir balapan, aku menghemat ban belakang dengan membalap dengan tenang di bagian pertama lomba,” kata Mir.

“Kemudian aku mendapat masalah dengan sisi kiri ban soft, dengan temperatur seperti ini dan berada di belakang para pembalap kami memiliki sejumlah masalah.

“Kami gagal tampil baik, bagaimana menggunakan ban ini. Itu masalahnya… tapi aku senang bisa di sini kembali.”

Mir tidak akan mengganti pendekatannya itu di empat balapan terakhir untuk mengincar gelar juara dunia kelas premier.

“Aku tidak akan mengubah cara pendekatan di balapan, tentunya seperti ini. Aku akan terus bekerja dari satu balapan ke balapan lainnya, mencoba meraih sebanyak mungkin poin, mencoba meraih kemenangan di setiap GP.

“Kemudian di balapan terakhir kami akan lihat di kejuaraan dan lihat dimana kami berada.

Dengan raihan 16 poin Mir hari itu, jarak empat pembalap teratas di klasemen semakin ketat di mana hanya 15 poin memisahkan Mir, Quartararo, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso.

Aragon akan menggelar balapan keduanya pekan depan dengan tajuk Grand Prix Teruel.(Aditya/Ant/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.