Setelah Istrinya Diisolasi di Wisma Anabatic, Pengemudi Ojol Dan Keluarganya di Swab Test

  • Whatsapp
Istri pengemudi Ojol yang dinyatakan positif Covid di jemput tim medis ke Wisma Anabatic, Kabupaten Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Adi Wijaya, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang istrinya dinyatakan positif Covid-19 bersama keluarganya menjalani swab test. Sedangkan istrinya yang sempat terkatung katung tidak mendapat perawatan medis lantaran BPJS-nya tidak aktif sudah menjalani isolasi di Rumah Sakit Anabatic, Kabupaten Tangerang.

“Ia kemarin istri saya di jemput dan sekarang saya sama anak harus menjalani swab test untuk mengetahui apakah saya terpapar covid-19 atau tidak,” kata Adi kepada Redaksi24.com, Sabtu (6/6/2020).

Bacaan Lainnya

Swab test ini katanya, merupakan arahan dari Puskesmas Cisoka yang memang kini menjadi rujukan kesehatan dari keluarganya. “Pihak Puskesmas Cisoka yang kemarin ngarahin. Saya juga tidak tahu apakah ini bayar atau tidak, tapi yang jelas saya saat ini benar benar tidak punya uang,” ungkapnya.

Dia berharap apa yang telah menimpa keluarganya ini mendapat perhatian pemerintah. Terlebih lagi penyakit yang tengah diderita istrinya yakni wabah Covid-19.

“Kami berharapnya pemerintah bisa membantu kami. Apalagi memang jelas penghasilan ojol saat ini sudah sulit,” tukasnya.

Menenanggapi hal itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Johana mengatakan bahwa BPJS Kesehatan mendukung penuh langkah-langkah pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19.

“Dalam tata laksana penanganan Covid-19 sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai Penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan penanggulangannya, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan Covid-19 dijamin oleh Pemerintah,” jelas Johana.

Menurut Johana, biaya pengobatan setiap masyarakat yang mengidap atau positif COVID-19 ditanggung oleh negara tanpa melalui pemeriksaan apakah aktif atau tidaknya yang bersangkutan dalam peserta BPJS Kesehatan. Melainkan hanya identitas pasien berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor identitas lain.

“Penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait manfaat yang tidak dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah,” ujar Johana.

Johana menjelaskan, BPJS Kesehatan berperan sebagai verifikator klaim Covid-19 dari fasilitas kesehatan sesuai surat Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI Nomor S.22/MENKO/PMK/III/2020 tentang Penugasan Khusus Verifikasi Klaim Covid-19.

“Kami, BPJS Kesehatan Cabang Tangerang juga telah melakukan konfirmasi atas kesalahpahaman yang terjadi kepada pihak Puskesmas dan rumah sakit. Selanjutnya pasien akan ditangani sesuai dengan standar penanganan Infeksi Corona Virus Covid-19,” tutur Johana.

Diketahui sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dalam hal administrasi penjaminan klaim Covid-19 salah satunya adalah identitas pasien berupa NIK atau nomor identitas lain. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.