Setelah Gentayangan, 3 Pelaku Spesialis Pencurian Rumsong di Kota Tangerang Dibekuk Polisi

oleh -
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu de Fatima, sedang cek barang bukti pencurian rumah kosong, Jumat (18/6/2021).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Setelah satu bulan beraksi dan bergentayangan, tiga orang yang diduga pelaku spesialis pencurian rumah kosong (Rumsong) di Kampung Buaran Betung, Kelurahan Cikokol Kota Tangerang, Banten 13 Mei 2021 lalu dibekuk petugas Polres Metro Tangerang Kota di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Tangsel.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu de Fatima, penangkapan itu terjadi berawal dari  laporan warga yang rumahnya di Kampung Buaran Betung, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, Banten pada 13 Mei 2021 lalu dibobol penjahat.

Saat itu, kata Kapolres, korban bersama keluarganya sedang keluar rumah untuk salat ied. Sepulang menjalankan ibadah, rumahnya sudah acak-acakan.

Begitu di cek, ternyata uang tunai sebesar Rp91 juta yang disimpan di dalam brankas lemari kamar, beserta satu unit telepon genggam dan laptop di atas meja sudah lenyap.

BACA JUGA: Palsukan Surat Swab Antigen Saat Mudik, Warga Kota Tangerang Dibekuk Polisi

Akibatnya, lanjut Kapolres, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tangerang. ” Dari laporan itu kami melakukan penyelidikan, sehingga ketiga pelaku di tangkap di wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” kata Kapolres

Dari rumah Kontrakan pelaku EN, 30 di Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, tambah Kapolres, petugas menyita berbagai merk telepon genggam, airsoft gun, senjata tajam, perhiasan, buku tabungan, laptop dan jam tangan berbagai merk.

Kepada petugas, kata Kapolres, EN mengaku menjalankan kejahatannya  bersama  L,34 dan Y,32. Keduanya tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. 

Begitu ditangkap, kedua tersangka itu, papar Kapolres, petugas menemukan beberapa barang bukti seperti, jam tangan berbagai merk, airsoft gun, berbagai jenis, senjata tajam dan dua unit sepeda motor milik pelaku.

” Kasus ini masih kami selidiki, sudah berapa kali pelaku menjalankan kejahatannya,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) butir 4 dan 5 KUHP,  tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.