Sering ke Pasar, Emak-Emak di Sumur Pecung Kota Serang Reaktif Covid-19

  • Whatsapp
rapid test kota serang
Petugas Puskesmas Sumur Pecung Kota Serang menggelar rapid test kepada warga.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 12 warga Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tercatat reaktif terhadap covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang digelar Puskesmas Kota Serang, Kamis (25/6/2020).

Kepala Puskesmas Serang Kota, Drg Yayat Cahyati kepada wartawan disela pelaksanaan rapid test mengatakan, dari kuota 100 orang,  sebanyak 90 warga Sumur Pecung yang bersedia menjalani rapid test.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, kondisi tersebut dikarenakan masih adanya warga yang ragu, bahkan merasa takut untuk menjalani rapid test. Mereka, kata dia, khawatir harus menjalani perawatan jika nanti hasilnya dinyatakan reaktif.

“Jumlah warga yang ikut rapid test sudah cukup baik, dari kuota 100, 90 orang yang ikut. Mereka bukan menghindar, tapi masih ada yang ragu untuk dirapid test,” katanya.

BACA JUGA: Dianggarkan Rp5 Miliar, Rapid Test di Kota Serang Menuai Banyak Penolakan

Disinggung ketersedaiaan alat rapid test, Yayat mengaku seharusnya sebanyaknya menggelar rapid test untuk mendeteksi penyebaran covid-19. Namun ia juga menyadari deteksi covid-19 harus disesuaikan dengan ketersediaan alat rapid test.

“Harusnya selektif, artinya dari 100 orang itu, siapa saja yang paling prioritas, misalnya warga yang sering bepergian, atau bekerja di luar daerah dan lain-lain,” imbuhnya.

Namun Yayat mengakui tidak sampai selektif sekali lantaran pihaknya kesulitan untuk mendapatkan data seperti itu. Sehingga dengan begitu pihaknya mempersilahkan bagi warga yang bersedia menjalani rapid test.

“Tentu kami juga melibatkan instansi kelurahan, termasuk RT, RW,” imbuh Yayat.

Lebih lanjut Yayat menjelaskan, pihaknya akan melanjutkan menggelar test swab kepada 12 warga yang reaktif covid-19 itu. Namun pihaknya belum bisa menentukan kapan mereka menjalani tes swab.

“Mereka (12 orang) bersedia menjalani tes swab, Cuma tinggal tentukan waktunya. Belum ditentukan karena kami masih menunggu lab yang bisa menguji swab. Saat ini lab penuh,” tuturnya.

BACA JUGA: Jalani Rapid Test, 2 Pegawai Pemkot Serang Reaktif Covid-19

Karena itu, kata Yayat,  pihaknya sudah menyarankan kepada 12 orang yang reaktif covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Yayat merinci dari 12 warga yang reaktif itu, 8 orang berjenis kelamin perempuan dan 4 orang laki-laki.

“Mereka ada yang berprofesi sebagai tukang ojek, kemudian ada juga ibu rumah tangga yang sering ke pasar untuk belanja,” jelasnya.

Sejauh ini, kasus terkonfimasi positif covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten jumlahnya sebanyak 23 orang. Dari jumlah itu, 2 orang meninggal dunia, 12 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang masih menjalani perawatan.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) totalnya ada 52 orang, sebanyak 6 orang meninggal dunia, 38 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang masih dalam proses pemantauan. Sedangkan kasus Orang Dalam Pantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 372 orang, selesai dipantau 351 orang dan masih dalam pemantauan 21 orang.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.