Serapan APBD 2019 Rendah, DPRD Pandeglang Minta Bupati Bertanggungjawab

  • Whatsapp
apbd pandeglang 2019
Anggota Banggar DPRD Pandeglang, Miftahul Farid Sukur.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pandeglang, menyesalkan terkait masih rendahnya penyerapan APBD Tahun Aanggaran 2019. Banggar Dewan meminta Bupati dan Sekda Pandeglang untuk bertanggungjawab.

Anggota Banggar DPRD Pandeglang, Miftahul Farid Sukur mengatakan, berbicara masalah anggaran itu menyangkut pada kepentingan masyarakat banyak. Ketika penyerapan anggaran rendah, otomatis ada ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Jelas kami sangat menyesalkan Pemkab Pandeglang, yang lemah dalam menyerap anggaran. Sementara sebentar lagi akan berganti tahun 2019 ke 2020, tapi serapan anggaran baru mencapai 72 persen,” ungkap Farid melalui sambungan telepon, Minggu (17/11/2019).

BACA JUGA:

. Jelang Akhir Tahun, Serapan APBD 2019 Pandeglang Masih Rendah

. Kepala OPD di Pandeglang Diminta Serius Bahas Anggaran 2020

Menurutnya, Pemkab Pandeglang harus melakukan evaluasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lemah dalam menyerap anggaran. Sebab, kata dia, jika penyerapan anggaran minim terus terjadi dalam setiap tahun, maka percepatan pembangunan tidak akan tercapai maksimal.

“Harusnya di bulan ini (Nopember) serapan anggaran sudah mencapai 90 persen. Maka dari itu Bupati dan Sekda Pandeglang harus melakukan evaluasi terhadap para kepala OPD-nya,” ujar Farid.

Politisi Partai Golkar itu memprediksi, adanya penyerapan anggaran yang masih rendah, diakibatkan adanya miskomunikasi antata pimpinan dan bawahan di instansi itu sendiri. Sehingga terjadi program kegiatan khususnya kegiatan fisik yang tidak berjalan maksimal.

“Intinya penyerapan anggaran yang masih rendah ini harus disikapi serius. Jangan sampai di tahun-tahun mendatang hal ini terulang kembali,” tegas anggota DPRD Pandeglang dari komisi I itu.

Politisi muda itu mengaku akan mendorong tiap OPD yang lemah dalam menyerap anggaran. Selain itu, pihaknya juga akan roadshow ke setiap OPD untuk menanyakan apa yang menjadi alasan sehingga serapan anggaran lemah.

“Kami akan dorong OPD mana saja yang serapan anggarannya rendah. Mudah-mudahan hingga akhir tahun bisa terealisasi maksimal,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.