Sepanjang 2020, Tindak Pidana di Pandeglang Meningkat

oleh -
Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi memberi keterangan pers.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kasus tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Pandeglang selama tahun 2020 meningkat cukup drastis di banding tahun sebelumnya. Ini terungkap dari catatan Polres Pandeglang tahun 2020. Polisi memprediksi meningkatnya tindak pidana di Kota Badak akibat dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data, tindak pidana (JTP) yang ditangani Polres Pandeglang tahun 2020 jumlahnya sebanyak 418 kasus dengan jumlah peningkatan tindak pidana (JPTP) sebanyak 275 kasus. Dari jumlah itu polisi menetapkan 305 tersangka.

Sedangkan pada tahun 2019, tindak pidana (JTP) di wilayah hukum Polres Pandeglang jumlahnya sebanyak 339 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 203 kasus masuk katagori JPTP dengan 237 tersangka.

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi mengakui meningkatnya kasus tindak pidana pada tahun 2020. Peningkatan terjadi pada kasus Curanmor. Hal itu, kata dia, kemungkinan terjadi lanatran dampak pandemi Covid-19.

“Tahun 2020 tindak pidana kriminal naik menjadi 65,7 persen dari sebelumnya 59,8 persen tahun 2019,” ungkap AKBP Hamam Wahyudi kepada wartawan di Mako Polres Pandeglang, Senin (28/12/2020).

BACA JUGA: Belum Dibuka, Lembur Mangrove Citeureup Pandeglang Sudah Ramai Pengunjung

Menurutnya, peningkatan tindak pidana didominasi kasus Curanmor dengan pemicunya faktor ekonomi yang dialami pelaku akibat dampak Covid-19.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mencatat banyaknya terjadi kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Kemudian kasus asusila dan tindak criminal lainnya.

Pada tahun ini, pihaknya mengaku telah menggelar beberapa kegiatan operasi Pekat, patuh kalimaya, dan beberapa pengamanan menjelang hari raya. Bahkan pihaknya juga turut menurunkan personil untuk melakukan penanganan kebencanaan.

“Kami juga bekerjasama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi sosial untuk menangani bencana alam, kami juga turun ke lokasi memberikan beberapa bantuan kepada korban bencana alam,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)