Seorang Kakek Perkosa Anak di Bawah Umur Ditangkap Polsek Cisoka

oleh -
kakek perkosa anak di bawah umur
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, gelar kasus perkosaan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satreskrim Polsek Cisoka meringkus RM (50) warga Perum Bukit Cikasungka, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Kakek berusia setengah abad ini ditangkap polisi lantaran telah memperkosa NS (12) anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menuturkan, kasus asusila yang menimpa korban berawal saat NS sedang bermain dengan temannya pada 9 Februari 2020 lalu. Pelaku dengan sepeda motornya kemudian datang menghampiri dan memanggil korban.

“Saat dipanggil korban bilang nggak mau, lalu pelaku turun dari motornya dan menarik lengan korban kemudian diajak ke sebuah rumah kosong dan di situlah korban berbuat asusila kepada korban,” ungkap Kapolres Ade Ary dalam gelar perkara di Mapolsek Cisoka, Jumat sore (14/2/2020).

Saat peristiwa asusila itu terjadi, Kata Kapolres, korban sempat berteriak untuk meminta tolong. Namun saat itu pelaku langsung membekap mulut korban agar tak berteriak. Usai melampiaskan hasratnya, pelaku juga mengancam korban akan membunuhnya apabila berani bercerita kepada orang lain.

“Kamu jangan bilang siapa-siapa yah, nanti saya bunuh,” kata Kapolres Ade Ary menirukan ucapan pelaku.

BACA JUGA:

Pelaku Pemerkosa Siswi SMP Cikupa Terancam Dikebiri

DP3A Beri Terapi Trauma Healing Kepada Siswi SMP Cikupa Yang Diperkosa Pelatih Futsal

Tak selesai sampai di situ, selang dua jam di hari yang sama, pelaku kembali memaksa korban untuk melayani nafsu bejadnya. Disertai ancaman akan dicekik pelaku kembali melampiaskan hasrat seksualnya kepada korban di kamar mandi di sebuah rumah kosong.

“Pelaku melakukan persetubuhan kepada korban sebanyak dua kali,” ungkap dia

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolsek Cisoka. Dan pelaku dijerat dengan pasal 81 dan pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan dari UU RI No 23 Tahun 2012 Tentang Perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Kapolres. (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.