Senin Ini, Pemkab Tangerang Buka Kembali Griya Anabatik Karena Meningkatnya Covid-19

oleh -
Kabupaten tangerang
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Mochammad Maesyal Rasyid memberi sambutan dalam rapat persiapan pembukaan rumah singgah Anabatik.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Melonjaknya kasus Covid-19 dalam tiga minggu terakhir membuat pemerintah Kabupaten Tangerang sepakat untuk membuka kembali rumah singgah Anabatik di kawasan Dasana Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Sedianya, tempat karantina bagi pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut akan dioperasikan kembali pada pekan depan. 

“Anabatik ini kita rencanakan akan buka sampai Desember, dan sesuai arahan pak Bupati Tangerang agar Anabatic segera dibuka, maksimal Senin depan harus sudah dibuka untuk pasien OTG,” Ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Mochammad Maesyal Rasyid usai rapat persiapan pembukaan kembali rumah singgah Anabatik di Griya Anabatik, Senin (6/9/2020). 

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh  Komando Distrik Militer 05/10 Tigaraksa, Letkol Infanteri Letkol Infanteri Bangung Siregar, ia mengatakan, pertimbangan untuk membuka kembali rumah singgah Anabatik tersebut dikarenakan adanya peningkatan terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup signifikan dalam tiga minggu terakhir. 

Kata dia, saat ini tumbuh cluster terbaru dari keluarga dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga pemerintah khawatir cluster keluarga ini bisa menularkan lingkungan keluarga sekitar. 

BACA JUGA: Tren OTG Meningkat, Pemkab Tangerang Berencana Buka Kembali Griya Anabatik

“Itu yang menjadi pertimbangan pemerintahan daerah Kabupaten Tangerang, dan direncanakan Anabatic akan dibuka sampai bulan Desember,” tuturnya 

Ia melanjutkan, penanganan pasien di Griya Anabatic akan berbeda dari sebelumnya. Pada pembukaan kedua ini hanya pasien OTG yang sudah terkonfirmasi positif saja yang akan dirawat di rumah singgah Anabatic. “Polanya akan berbeda khusus untuk OTG saja,” imbuhnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Dr. Desiriana Dinardiyanti mengungkapkan, bahwa konsep rumah singgah Griya Anabatic jilid 2 itu memang agak berbeda dengan yang pertama. Jika pada pembukaan yang pertama rumah singgah karantina Griya Anabatic dijadikan sebagai rumah sakit kelas D, untuk saat ini kita hanya merawat pasien OTG. 

Ia juga mengatakan, jika lonjakan Pasien OTG di Kabupaten Tangerang saat ini sama dengan jumlah di nasional kita yakni sebanyak 80% dibandingkan pasien dengan kasus gejala berat.

“Awalnya kita merencanakan OTG ini untuk bisa dirawat di Rumah Sakit tetapi dari 25 Rumah Sakit di Kabupaten Tangerang dengan total 323 tempat tidur, per tanggal 2 September kita hanya ada 30 tempat tidur yang kosong sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk pasien OTG,” paparnya.

BACA JUGA: Wilayah Pasar Kemis, Peringkat Pertama Tertinggi Covid-19 di Kabupaten Tangerang

Sebelumnya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar secara resmi menutup Rumah Singgah Karantina Griya Anabatic bagi pasien Covid-19, pada tanggal 17 Juli 2020 setelah beroperasi pertama kali pada 20 April 2020. Penutupan tersebut dilakukan setelah jumlah kasus corona di Kabupaten Tangerang mulai menurun. 

Berdasarkan data pada saat penutupan hingga 13 Juli 2020, Rumah singgah Griya Anabatic tersebut merawat 234 pasien, di mana 225 diantaranya dinyatakan negatif Covid-19. 

Sementara 4 pasien dirujuk ke RSUD Tangerang dan RS Siloam Kelapa Dua. Kemudian, 5 pasien lainnya pindah isolasi ke RSUD Tangerang. (Ricky/Aan)