Sempat Tertahan di Bank Banten, Dana Zakat ASN Akhirnya Disalurkan

  • Whatsapp
Baznas Banten
Baznas Banten menyaluran Zakat ASN setelah sempat tertahan di Bank Banten akibat masalah likuiditas.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Bank Banten hanya bisa mencairkan Rp2,062 miliar dana zakat aparatur sipil Negara (ASN) Pemprov Banten dari total keseluruhan sebesar Rp4 miliar. Sebelum Lebaran Idul Fitri lalu, Bank Banten tidak bisa memenuhi permintaan Baznas Banten untuk mencairkan seluruh dana zakat karena masalah likuiditasi keuangan.

Sebagian dana yang dapat dicairkan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemprov Banten, Bank Banten serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam kordinasi tersebut ketiga pihak ini merumuskan agar dana umat ini bisa segera didistribusikan kepada yang berhak menerima.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro (Kabiro) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Banten, Toton Suriawinata mengatakan, dana zakat dari ASN ini akan didistribusikan kepada delapan golongan yang berhak menerima.

Selain itu pihaknya juga memberikan kepada marbot masjid dan dua pondok pesantren yang sedang terkena musibah. “Penyaluran ini sesuai dengan instruksi gubernur,” katanya, Senin (8/6/2020).

Toton melanjutkan, total marbot masjid yang diberikan zakat sebanyak 4.000 orang, dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp2 miliar, dengan rata-rata menerima sekitar Rp5 juta. Sedangkan untuk pondok pesantren, satu diberikan bantuan sebesar Rp50 juta dan yang satunya lagi Rp12 juta.

“Rp50 juta itu untuk pondok pesantren yang terkena musibah kebakaran di Kabupaten Serang, sedangkan yang Rp12 juta untuk pondok pesantren yang roboh di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Sebagai ASN, Toton merasa bangga bisa membantu sesama melalui dana zakat yang disalurkan ke Baznas. Untuk itu, dia meminta selain kepada ASN, juga kepada masyarakat agar mendistribusikan zakatnya melalui lembaga resmi seperti Baznas.

“Baznas lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan zakat,” tandaspnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar