Selama PSBB, Prostitusi Online di Ruko Mardigrass Citra Raya Marak

  • Whatsapp
Ruko Mardigrass Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Praktik prostitusi online di Kabupaten Tangerang cukup marak dilakukan oleh Pekerja Seks Komersial (PSK) di panti pijat kawasan ruko Mardigrass Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari hasil penelusuran Redaksi24.com, pemesanan layanan seksual ini dilakukan lewat platform MiChat. Untuk menarik perhatian, para PSK memasang poto-poto vulgar dirinya pada profil. Mereka juga mencantumkan tulisan BO (Booking Order), DP, Short Time, Long Time, sebagai kode nesosiasi harga.

Bacaan Lainnya

Tarifnya antara 300-500 ribu rupiah. Tarif ini juga sudah termasuk kamar untuk berhubungan intim dengan durasi 1-2 jam sesuai harga yang sudah disepakati.

Dari beberapa tempat mesum berkedok panti pijat di kawasan ruko Mardigrass, pemesanan layanan seksual ini salah satunya dilakukan oleh para PSK di Massage & Spa Segar Alami, Mardigrass Citra Raya.

Yh (25), salah seorang PSK yang berhasil diwawancarai menuturkan, Massage & Spa Segar Alami membuka dua tempat sekaligus di kawasan Mardigrass dengan total PSK sekitar 15 orang di kelola oleh suami istri yang biasa dipanggil Bos.

Rata-rata, kata dia, para pekerja seks komersial yang bernaung di panti pijat Segar Alami itu berasal dari luar daerah seperti Lampung dan Majalengka dengan kisaran usia 25-30 tahun.

“Ada dua tempat satu lagi di belakang BCA itu diurus sama suaminya, di sini diurus istrinya. Tapi paling rame di sini karena para therapisnya pada pinter main MiChat,” ungkap Yh yang baru satu bulan menjadi PSK di Massage & Spa Segar Alami, pada Minggu (7/6/2020) dini hari.

Ia melanjutkan, dalam semalam Massage & Spa Segar Alami bisa menerima tamu hingga puluhan orang yang dijaring melalui aplikasi MiChat tersebut. Para lelaki hidung belang yang datang untuk mencicipi layanan seks di Segar Alami ini berasal dari wilayah Tangerang dan luar daerah seperti Jakarta.

Kata Yh, selama PSBB tempat-tempat prostitusi di kawasan Mardigrass tetap buka seperti biasa, hanya saja rata-rata buka pada malam hari yakni pukul 7 malam hingga jam 5 pagi.

“Selama psbb masih buka koq cuma kalau siang tutup dulu kalau ada yang booking mainnya di luar nggak di sini,” ujarnya

Yh menceritakan, jika tarif yang dipatok oleh ia dan teman-temannya tidak sepenuhnya ia terima. Karena, ia harus membayar uang sewa kamar kepada bosnya sebesar 100 ribu rupiah untuk satu pelanggan.

Dalam semalam, Yh mengaku bisa melayani lebih dari lima laki-laki hidung belang. Jika sedang ramai, Yh bisa mengantongi uang lebih dari 2 juta rupiah setiap malamnya.

“Di sini cuma ada 4 kamar, 1 kamar lagi direnovasi makanya banyak yang antri nunggu di bawah kalau lagi rame,” tuturnya

Kepada Redaksi24.com, Yh yang berasal dari Lampung ini nekat menjadi Psk di wilayah Tangerang karena ajakan temannya. Kata dia, menjadi wanita pekerja seks di Tangerang lebih menjanjikan karena selain tarifnya yang cukup lumayan, lokalisasinya pun terbilang aman karena sangat jarang dirazia petugas.

Menurut Yh, selama hampir sebulan ia bekerja di Segar Alami belum pernah mendengar ada panti pijat yang terkena razia. Hal itu dikarenakan, para petugas security di kawasan ini akan menginformasikan lebih dulu jika ada rencana razia petugas.

“Belum pernah, informasi pasti sampai duluan ke kita paling kalau mau ada razia kita tutup dulu sehari,” pungkasnya

Yh menambahkan, jika semua pelanggan yang pernah berkencan dengannya semua ia kenal secara online. Kata dia, membuka order layanan seks melalui media sosial itu lebih aman karena tidak perlu lagi menjajakan diri di pinggir jalan.

“Waktu di Lampung juga online cuma tamunya nggak seramai di Tangerang. Apalagi malam jumat, malam minggu, yang datang kesini puluhan,” pungkasnya

Sementara itu, pihak pengelola Mardigrass Citra Raya, Herry saat dikonfirmasi mengatakan, pihak Citra Raya mengaku kesulitan melakukan pengawasan terhadap ruko-ruko yang diisukan membuka praktik prostitusi online tersebut.

Karena, sambung dia, status kepemilikan ruko yang merupakan milik perorangan membuat pengelola sulit untuk melakukan kontrol.

“Kita tidak bisa kontrol karena ruko-ruko itu bukan milik Citra Raya kita sudah jual ke perorangan,” kata dia

Meski demikian, ia juga menyayangkan adanya kegiatan prostitusi online tersebut dan mempersilahkan pemerintah daerah untuk menindak. “Kalau himbauan dari pihak Citra Raya selama PSBB ini juga kami selalu himbau untuk tutup,” tukasnya. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.