Selama 2021, Kabupaten Tangerang Dilanda 596 Bencana

oleh -
Selama 2021, Kabupaten Tangerang Dilanda 596 Bencana
Petugas Damkar BPBD Kabupaten Tangerang berjibaku memadamkan api dalam peristiwa kebakaran yang melanda sebuah pabrik.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 596 kejadian bencana melanda Kabupaten Tangerang sepanjang tahun 2021 lalu. Dari jumlah itu, 168 insiden kebakaran, sementara 428 bencana alam dan kejadian lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, data tersebut tercatat pada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

Menurut dia, kasus kebakaran rumah tinggal menempati peringkat tertinggi tahun 2021. Tercatat sebanyak 64 kasus kebakaran rumah tinggal. Dari jumlah itu, sebanyak 14 kali kasus kebakaran rumah tinggal terjadi pada bulan Juli 2021 dan pada April 2021 terdapat 1 kali kejadian.

“Kebakaran lainnya seperti ilalang, sampah, limbah dan gardu listrik sebanyak 39 kali kejadian dan kebakaran perusahaan/industri home industri 34 kejadian, frekuensi tertinggi kebakaran pada bulan Maret 7 kejadian dan terendah bulan Januari 1 kejadian,” jelas Abdul Munir kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

BACA JUGA: Aktivis Sayangkan Simulasi Penanganan Banjir Saat Warga Dadap Terendam Rob

Sementara kebakaran toko atau warung, lanjut dia, sebanyak 22 kali insiden kebakaran dan pergudangan sebanyak 9 kali kejadian. Kerugian atas kejadian itu ditaksir mencapai lebih dari Rp5 miliar.

“Korban jiwa akibat kebakaran ada 2 orang pada bulan Februari 2021, yang meninggal tenggelam 5 orang di bulan Mei dan Juni 4 orang serta Nopember 2021 sebanyak 1 orang korban meninggal dunia,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, bencana pohon tumbang juga terjadi sepanjang tahun itu sebanyak 18 kejadian dan bencana banjir akibat luapan air sungai 5 kali kejadian. Banjir air laut atau banjir ROB 5 kali terjadi di Tangerang Utara.

“Banjir Rob terjadi di Kampung Cheng In Dadap Kosambi, di Kampung Muara Desa Muara, Desa Lemo Kecamatan Teluknaga, Desa Selembaran Jati Kosambi dan di kampung nelayan Ketapang Mauk, juga terjadi di Desa Pagedangan ILir,” jelas Munir.

Munir menjelaskan, korban terdampak banjir ROB di Kampung Cheng In Dadap sebanyak 2.739 kepala keluarga (KK), Kampung Muara Desa Muara 233 KK, Desa Lemo 150 KK, Desa Tanjung Pasir 1.943 KK dan Desa Mauk Barat 1943 KK.

Sedangkan bencana angin puting beliung 1 kali kejadian di Desa Pangenjahan, Kecamatan Kronjo sebanyak 30 KK yang terdampak, sementara bencana lain berdasarkan laporan sebanyak 373 kejadian.

“Eksekusi sarang tawon 329 kali tertinggi pada bulan Februari 2021, sebanyak 54 kejadian dan evakuasi ular 37 kejadian, serta evakuasi korban tenggelam sebanyak 6 kejadian di bulan Mei sampai bulan Oktober 2021,” tandasnya.(Burhan/Difa)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.