Selain Debu Pabrik Plafon, Pemukiman Warga Pakuhaji Juga Kerap Tergenang

oleh -
Selain Debu Pabrik Plafon, Pemukiman Warga Pakuhaji Juga Kerap Tergenang kabupaten tangerang
Kondisi itu terjadi akibat saluran air atau drainase di sepanjang jalan, terutama depan pabrik plafon tidak berfunsgi normal.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Lengkap sudah penderitaan warga Kampung Kamal RT 05 RW 04 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Selain diselimuti polusi udara akibat debu pabrik plafon PT Adi Jaya Makmur Sejahtera, pemukiman mereka kini juga tergenang air.

Kondisi itu terjadi akibat saluran air atau drainase di sepanjang jalan, terutama depan pabrik plafon tidak berfunsgi normal. Sehingga sejumlah rumah warga kerap tergenang, salah satunya rumah tak layak huni milik Maymunan (80).

Anton, warga sekitar mengatakan, air yang menggenagi rumah Nenek Maymunah akibat saluran air di depan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera tersumbat.

“Dampak dari gorong gorong di depan pabrik plafon yang tersumbat, air masuk ke rumah warga,” ungkap Anton, Senin (29/11/2021).

BACA JUGA: Dihujani Polusi Debu, Nenek di Pakuhaji Ini Tak Pernah Menikmati Bansos

Sebagai warga Anton meminta kepada pihak kecamatan Pakuhaji untuk segera melakukan perbaikan saluran air atau drainase tersebut.

“Tolong bang, sampaikan ke camat biar lancar seperti jembatan papan yang sedang digali, bagaimana caranya bisa sampai ke Desa Gaga juga pengerukan drainasenya, terutama depan pabrik plafon karena efeknya air tumpah ke pemukiman warga dan menggenangi jalan,” pintah Anton.

Kondisi itu mengundang reaksi sejumlah aktivis lingkungan di Kecamatan Pakuhaji, salah satunya Yudi.

Aktivis lingkungan itu menyoroti pengawasan dampak lingkungan atau Wasdal dari pihak terkait Pemkab Tangerang. Pasalnya, kata dia, sejak PT Adi Jaya Makmur Sejahtera beraktivitas, saluran air di sekitar pabrik plafon itu menjadi tersumbat.

“Kami minta perhatian dinas tata ruang dan bangunan, terutama soal pengawasan dampak lingkungan terhadap aktvitas pabrik plafon itu,” tandasnya.(RM1/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.