Sekolah Tatap Muka di Pandeglang Baru Capai 48 Persen

  • Whatsapp
sekolah tatap muka pandeglang
Kepala Dindikbud Pandeglang, Taufik Hidayat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sekolah yang sudah melangsungkan proses pembelajaran tatap muka langsung di Pandeglang, saat ini baru mencapai 48 persen. Sebagian besar sekolah masih melakukan persiapan untuk memulai menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka langsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan, satu pekan lalu pihaknya telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Dari hasil uji coba tersebut, baru sebanyak 48 persen sekolah baik SD maupun SMP yang sudah bisa melakukan KBM tatap muka.

Bacaan Lainnya

“Memang persyaratan yang kami sampaikan kepada pihak sekolah begitu ketat. Karena kami tidak mau ada terjadi kasus covid-19 yang menimpa siswa ketika pembelajaran tatap muka dijalankan, makanya kesiapan pihak sekolah harus benar-benar maksimal,” ungkap Taufik saat ditemui di Kecamatan Cisata, Rabu (12/8/2020).

Dikatakannya, sebelum diterapkannya proses pembelajaran tatap muka langsung, pihaknya telah melakukan evaluasi baik terhadap orang tua siswa, siswa, kepala sekolah dan guru. Dari hasil evaluasi tersebut, sebagian besar orang tua siswa menginginkan pembelajaran siswa di sekolah.

“Ada sekitar 65 persen orang tua siswa yang menginginkan anaknya belajar di sekolah. Hal itu akan kami lakukan, dengan catatan penerapan protokol kesehatan di sekolah harus maksimal,” katanya.

BACA JUGA: Horee, Murid di Pandeglang Bisa Belajar Langsung di Sekolah

Menurutnya, sekolah yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka yaitu mengajukan kepada Dindik  dengan melampiri kesiapan protokol kesehatan.  Selain itu, lanjut Taufik, dalam pengajuan pembelajaran tatap muka langsung, sekolah juga harus melampirkan persetujuan dari para orang tua siswa.

“Ketersediaan masker harus siap pakai, tempat cuci tangan dan mekanisme pembelajaran siswanya harus diatur, sesuai dengan sistem ganjil genap,” katanya.

Pihaknya menginginkan, proses pembelajaran tatap muka langsung di sekolah bisa dilaksanakan, namun kesehatan siswa harus juga diperhatikan. Salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan yang maksimal.

“Namun kami juga akan melakukan evaluasi lagi terhadap 48 persen sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka. Jika memang perkembangannya baik, akan terus dilanjutkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Pandeglang, Irna Narulita telah menyetujui KBM tatap muka di sekolah dijalankan lagi. Tapi dengan syarat, penerapan protokol kesehatan harus lebih maksimal, karena pihaknya tidak menginginkan terjadi kasus covid-19 baru di lingkungan sekolah.

“Kami sudah bertemu dengan para dewan guru, untuk mengetahui sudah sejauh mana kesiapannya dalam menjalankan pembelajaran siswa tatap muka langsung di sekolah. Sebab persiapannya harus maksimal,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.