Sekolah Disegel Pemilik Lahan, KBM Siswa SMAN 2 Leuwidamar Terganggu

oleh -
Sekolah di Segel
SMAN 2 Leuwidamar

LEBAK, REDAKSI24.COM– Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak belakangan ini semakin memprihatinkan. Pasalnya selain kekurangan ratusan ruang sekolah, 3 dari 13 ruang sekolah di daerah tersebut disegel oleh pemilik lahan, lantaran belum dibayar oleh Pemda Provinsi Banten.

Ke 3 ruang yang disegel tersebut adalah, 1 ruang guru dan 2 ruang kelas. Akibatnya, siswa yang duduk di kelas X IPA 2 dan X IPA 3, digabung dengan kelas lain, sehingga dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) berdesakan.

Kondisi teesebut dialami oleh pelajar SMA Negeri 2 Leuwidamar, di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Menurut Wakil Sekretaris (Wakasek) Kurikulum SMA Negeri 2 Leuwidamar, Rahmat, penyegelan ruang tersebut dilakukan oleh Ismail Karis, pemilik lahan yang di dirikan 3 ruang itu sejak Sabtu (2/11/2019) lalu

Itu terjadi katanya, karena pihak sekolah belum melunasi sisa pembayaran lahan seluas 2.000 meter yang sebelumnya sudah diajukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Akibat dari penyegelan tersebut, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terganggu.

“Sejak hari Sabtu kemarin hingga sekarang (Rabu, 6/11/2019) ruang itu disegel, sehingga siswa yang duduk di dua ruang kelas itu digabung dengan siswa yang ada di ruang kelas lain,’ papar Rahmat kepada Redaksi24, com, Rabu (6/11/2019).

Lebih jauh Rahmat mengungkapkan, sebenarnya SMAN 2 Leuwidamar yang berada di naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, sudah membayar lahan itu sebesar Rp 165 juta. Namun, kata dia, pemilik tanah bersikukuh agar lahan seluas 2000 meter persegi tersebut dibayar dengan harga Rp 200 juta.

Karenanya, Kata Rahmat, pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten agar turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. “Tolong dari pihak provinsi membantu persoalan ini dengan cara membayar kekurangannya. Supaya anak didik bisa melanjutkan sekolahnya dengan nyaman,” kata dia.

BACA JUGA:

Ratusan Siswa Lebak Belajar Di Rumah Warga, Karena Ruang Sekolah Nyaris Ambruk

Bupati Akui Lebak Masih Kekurangan 591 Ruang Kelas

Anggaran Rehab Sekolah 2019 di Lebak Alami Peningkatan Hingga Rp 10 Milliar

Sementara itu, pemilik lahan, Ismail Karis mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan karena dirinya kecewa terhadap Pemprov Banten yang telah menjanjikan pembebasan lahan itu sejak 2018 lalu. Namun, janji tersebut tidak pernah direalisasikan.

” Sebelumnya Saya sudah kasih tahu kepada pihak sekolah, jika Pemprov tidak ada beritikad baik, maka, 3 ruangan yang berada di atas tanah milik saya, saya segel,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.