Sekolah Diliburkan 2 Pekan, Siswa Diminta Tidak Berwisata

  • Whatsapp
Banten klb corona
Wali Kota Serang, Syafrudin.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah, mulai dari tingkat Taman Kanak – Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan hal tersebut sesuai dengan intruksi Presiden RI. Kalau pun ada siswa yang tidak libur, kata dia, adalah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Bacaan Lainnya

“Saya kira sesuai dengan intruksi Presiden RI, kemudian gubernur pada hari ini sekolah diliburkan dan adapun yang tidak diliburkan itu sekolah yang melaksanakan UNBK tapi untuk yang lain diliburkan. Kalapun masih ada yang belum libur itu berarti belum menerima informasi,” katanya di Puspemkot Serang, Kota Serang, Senin (6/3/2020).

Ia juga mengaku sudah menyiapkan hand sanitizer di sebagain tempat di Kota Serang,”Kami juga sebagian sudah menyiapkan hand sanitizer,” jelasnya.

Keputusan libur tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor: 421/787 – Dispenbudkot/2020 tertanggal 15 Maret 2020 yang ditandatangani Kadindik Kota Serang, Banten, Wasis Dewanto.

Dalam SE itu, Dindik Kota Serang meliburkan KBM di sekolah mulai 16 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

Menurut Wasis Dewanto secara fisik siswa kuat. Tetapi, kata dia, siswa yang menyebarkan, apalagi siswa itu berasal dari seluruh Kota Serang, kalau berkumpul di satu tempat bisa berpotensi menyebarkan virus covid 19.

Sebagai pengganti KBM, Wasis mengintruksikan kepada kepala sekolah serta tenaga kependidikan sekolah untuk memberikan pelajaran secara mandiri atau memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan mekanisme di masing-masing sekolah.

“Dan memantau pencapaian tugas yang telah diberikan kepada peserta didik,” ujarnya.

Pihak sekolah juga, imbuh Wasis, harus memberikan informasi kepada wali murid melalui berbagai media informasi yang ada di sekolah. Ia juga menghimbau pada saat liburan peserta didik dan orang tua tidak menyambangi tempat keramaian.

“Kami berharap orang tua tidak mengajak anaknya jalan-jalan ke pusat keramaian atau berwisata,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. Gubernur Banten dan Kepala Daerah Se-Tangerang Raya Tetapkan KLB Wabah Corona

. Gubernur Banten Tetapkan Corona sebagai Kejadian Luar Biasa

. Cegah Virus Corona, Presiden Imbau Para Pemimpin Daerah Monitor Kondisi Wilayahnya

Selain itu, Wasis menyatakan pegawai di sekolah mulai kepala sekolah, tenaga kependidikan, tata usaha, dan pegawai tetap masuk seperti hari-hari biasa. Namun tidak melakukan suatu kegiatan yang memicu orang berkumpul di sekolah.

“Seperti berkemah, renang, studi wisata, lomba-lomba dan kegiatan sejenisnya,” terangnya.

Wasis menyarankan pada satuan pendidikan untuk memperbanyak tempat untuk mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, “Atau memberikan fasilitas hand sanitizer di beberapa tempat strategis,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.