Sekjen Dewan Ketahanan Nasional RI Kunjungi Industri Motor Listrik di Cikupa

oleh -
Sekjen Dewan Ketahanan Nasional RI Kunjungi Industri Motor Listrik di Cikupa

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (DKN) Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI, Harjo Susmoro mengunjungi industri motor listrik di Kabupaten Tangerang, Banten, tepatnya PT Juara Bike (Selis) di Jalan Raya Serang, Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa.

Harjo mengatakan alasan kunjungannya ke PT Juara Bike dikarenakan pemerintah Indonesia saat ini sedang mengusahakan secara masif agar transportasi teknologi kendaraan listrik bisa berkembang pesat dan bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

“Bahkan di Irian atau Papua sudah beroperasi motor listrik. Masyarakatnya lebih memilik motor listrik, karena BBM mahal,” kata Laksamana Masya TNI Harjo Susmoro saat kunjungannya, Rabu (21/12/2022).

Sekjen Dewan Ketahanan Nasional RI Kunjungi Industri Motor Listrik di Cikupa

Ia menyatakan, PT Juara Bike dipercaya dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan transportasi berdaya listrik untuk masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang. Hal ini dirasa sangat penting, seiring ketersediaaan energi minyak semakin hari kian menipis.

BACA JUGA: Pasar Otomotif Mulai Menggeliat, Berdampak Positif Kepada Bisnis BRI Group

“Ini merupakan program pemerintah, untuk mengembangkan energi listrik. Karena kita tahu bahwa energi minyak sudah semakin menipis. Dan ini merupakan salah satu bentuk kemajuan jaman,” terangnya.

BACA JUGA: Audi Berencana Hanya Akan Produksi Kendaraan Listrik di 2026

Dengan begitu, Harjo mendukung penuh para pelaku industri atau perusahan-perusahan di dalam negeri, seperti PT. Juara Bike untuk bisa memproduksi dan mengembangkan transportasi berteknologi listrik. 

BACA JUGA:Ananta Sebut Koperasi Harus Adaptif Terhadap Perkembangan Teknologi

Terlebih, lanjut Harjo, Indonesia memiliki bahan baku nikel yang melimpah. Dimana, hal itu dapat mendukung PT. Juara Bike yang memang memproduksi baterai secara mandiri.

“Ini sangat menguntungkan sebenarnya, bisa mengurangi emisi. Sehingga bisa mengurangi efek rumah kaca, dan bisa meningkatkan kemandirian Indonesia dibidang transportasi,” ucapnya.

Direktur Operasional PT Juara Bike, Wilson Teoh mengatakan, perusahaannya sudah bergerak dari tahun 2011, dan setiap tahunnya mampu menjual 60.000 hingga 70.000 unit diseluruh Indonesia. 

“Pabrik kami yang memiliki luas 3 Hektare ini tiap tahunnya mampu memproduksi 60.000 hingga 70.000 unit. Kami juga memiliki showroom sebanyak 50 outlet yang tersebar diseluruh Indonesia,” jelasnya.

Kemudian, dalam agendanya di Kabupaten Tangerang, Harjo Susmoro juga turut mengunjungi industri motor listrik lainnya yaitu PT. Ninetology Indonesia di Kawasan Millenium, Kecamatan Cikupa. 

Dan, dalam kunjungannya itu, Harjo sedikit mengkritisi dan memberikan masukan kepada PT. Ninetology Indonesia yang memproduksi kendaraan listrik, namun baterai tidak di produksi secara mandiri atau beli dari negara lain.

Ia menuturkan, jika baterai harus disuplai dari negara lain dikhawatirkan akan menjadi masalah dikemudian hari ketika terjadi embargo dari negara yang memasok baterai motor listrik tersebut. 

“Khawatirnya, ketika terjadi embargo motor-motor yang diproduksi ini tidak bisa bergerak. Karena, komponen utamanya impor dari negara luar. Maka seharusnya komponen utama di produksi disini,” tegas Harjo.

Sementara itu, Direktur PT Ninetology Indonesia, Wilson Wirawan menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pembaharuan untuk kemajuan motor listrik yang diproduksi oleh perusahannya. 

“Kami akan terus memperbaiki, kekurangan – kekurangan yang ada,” singkatnya.(Deri/Difa)