Sekeluarga Bisnis Sabu Ditangkap Poresta Tangerang

oleh -
Kapolresta Tangerang, Kombespol Ade Ary Syam Indradi gelar jumpa pers.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang meringkus 58 tersangka pengedar narkotika dan obat-obatan daftar G. Puluhan penjual barang haram yang diamankan polisi itu merupakan hasil dari 47 kasus penyalahgunaan narkotika yang diungkap Polresta Tangerang dalam kurun waktu sekitar dua bulan.

Kapolresta Tangerang Kombespol Ade Ary Syam Indradi menuturkan, dari 58 tersangka yang diamankan 4 diantaranya adalah wanita. Bahkan, sambung Ade, dari hasil pemeriksaan penyidik tiga orang tersangka merupakan residivis, yang pernah divonis hingga 4 kali dalam kasus yang sama. Kata dia, rata-rata para pengedar narkoba yang tertangkap itu menjalankan bisnis haramnya dengan cara berjualan di rumahnya sendiri.

“Mereka dagang di rumahnya dan sudah punya jaringan, berkomunikasi dengan handphone maka kurir yang mengantar barangnya ke pembeli,” ungkapnya dalam Gelar Kasus di Gedung Polresta Tangerang, Selasa (14/1/2020).

Ia melanjutkan, dari hasil penyidikan juga terungkap beberapa tersangka merupakan satu keluarga, yakni sepasang suami istri dan ada juga yang merupakan ibu dan anak. Kata dia, ada dua macam keuntungan yang didapat para pengedar narkoba ini, yang pertama mendapatkan keuntungan uang dari hasil penjualan sebesar 200-500 ribu rupiah, dan keuntungan yang kedua mereka bisa menggunakan narkotika secara gratis.

“Jadi memang inilah iming-iming para bandar narkoba, selain mendapatkan keuntungan berupa uang, para pengedar juga bisa menggunakan barang secara gratis,” ucapnya.

BACA JUGA:

Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Hukum Polresta Tangerang Terus Meningkat

Antisipasi Narkoba di Pesisir, Polresta Tangerang Gandeng Nelayan

Ia menambahkan, dari pengungkapan puluhan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan daftar G tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 70 gram, ganja sekitar 300 Gram, obat-obatan daftar G tramadol dan eximer, serta beberapa butir pil ekstacy.

” Para tersangka ini akan kita jerat dengan pasal 114 UU Narkotika tahun 2009 dan juga Pasal 197 UU Kesehatan Tentang Penyalahgunaan obat daftar G, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” tandasnya (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.