Sekelompok Masarakat Datangi Pemkot Tangerang, Pertanyakan Penyaluran BLT

  • Whatsapp
Sekelompok masyarakat pertanyakan penyaluran BLT Pemkot Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sekelompok warga yang mengatasnamakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Patriot Nasional (Patron) mendatangi gedung Pusat Pemerintahan Kota (PuspemKot) Tangerang Senin (8/6/2020). Mereka meminta kepada Pemkot Tangerang agar transparan dalam menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat.

“Kita ketahui bersama Pemkot Tangerang sudah menganggarkan sebesar Rp144 Miliar untuk JPS buat masyarakat terdampak covid-19. Namun hingga kini bantuan itu belum juga tersalurkan,” kata saiful Basri, Koordinator Aksi.

Bacaan Lainnya

Menurut Marcel sapaan akrab saiful, angka sebesar itu tidak sedikit. Karenanya harus disampaikan kepada masyarakat dengan transparan. “Itu bukan nilai yang kecil. Seharusnya ketika ada persoalan ditengah masyarakat Pemkot Tangerang hadir untuk menjelaskannya, ” kata Marsel

Marsel mempertanyakan kendala Pemkot Tangerang dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. “Kenadala apa yang dihadapi Pemkot, sehingga pemkot belum mengalurkan bantuannya dan harus menunggu bantuan itu Provinsi dan Pusat,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan untuk permasalahan BLT di Kota Tangerang sudah melalui tahapan – tahapan sebagaimana mestinya.

“Jadi gini dana bantuan yang dicover itu kan sudah diusulkan ke pusat maupun provinsi. Namanya sudah tercatat di provinsi tapi karena bantuan dari provinsi belum turun akhirnya pemkot mengeluarkan BLT yang berasal dari Pemkot untuk warga yang belum dibantu oleh provinsi,” kata Suli.

Sedangkan mengenai anggaran itu, kata Suli masih belum bisa dikeluarkan lantaran pihak provinsi masih dapat mengcover data keseluruhan. “Bantuan ini tidak boleh duplikasi, kalau provinsi masih bersedia membantu Kota Tangerang ya tidak bisa untuk mencairkan anggaran tersebut,” kata dia.Yang jelas tambahnya, dalam memberikan batuan tidak seperti membeli jajanan di warung, harus ada proses administrasinya. (Igbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.