Sekdes Pasanggrahan Siap Mundur Jika Langgar Permendagri

oleh -
Sekdes Pasanggrahan Siap Mundur Jika Langgar Permendagri kabupaten tangerang perangkat daerah
Sekdes Pasanggrahan yang baru, Agung mengatakan, pasca Sertijab tanggal 21 Oktober 2021, saat itu pula Kades definitif menerbitkan SK baru bagi seluruh staf desa yang juga pada umumnya diisi wajah-wajah baru.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pergantian perangkat atau staf Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menuai polemik. Kepala Desa (Kades) terpilih dinilai melanggar Permendagri karena telah mengganti perangkat desa secara sepihak.

Menyusul polemik itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pasanggrahan yang juga baru saja menjabat, Agung menyatakan, surat keputusan (SK) perangkat atau staf desa yang lama secara otomatis tidak berlaku lagi setelah adanya serah terima jabatan (Sertijab) dari Pjs kepada Kades Pasanggrahan terpilih.

Pasca Sertijab tanggal 21 Oktober 2021, jelas Agung, saat itu pula Kades definitif menerbitkan SK baru bagi seluruh staf desa yang juga pada umumnya diisi wajah-wajah baru.

“Semua staf sudah memegang SK dari Pak Kades. Sementara pada Senin 18 Oktober 2021, kami hanya membantu pelayanan. Mulai hari ini kami sudah bisa all out, kami minta dukungan dari semua agar bisa bersinergi,” ungkap Agung di kantornya, Jumat (22/10/2021).

BACA JUGA: Camat Solear Diminta Koreksi Perangkat Desa Pasanggrahan

Terkait staf desa yang SK-nya masih berlaku, Agung mengaku sudah mengomunikasikannya dengan Kades Pasanggrahan yang baru.

“Waktu itu mereka dua hari tidak menjalankan tugas pelayanan, karena itu kami ambil alih pelayanan, seandainya mereka ada saat itu, tidak mungkin Pak Kades marah-marah,” ungkap Agung.

Ditanya dugaan melanggar Permendagri nomor 67 tahun 2017, Agung tidak membantahnya. Menurut Agung, pihaknya tidak memiliki berkas dokumen pengangkatan para perangkat desa yang lama.

“Iya betul harus dicabut dulu SK-nya (perangkat desa yang lama), tapi mau cabut apa? Berkasnya nggak ada semua, kami juga tidak tahu apa jabatan mereka masing-masing. Saat ini Kades sedang koordinasi dengan Pemdes (DPMPD Kabupaten Tangerang),” kata Agung.

Disinggung batas usia 20 tahun sampai 42 tahun yang menjadi persyaratan pengangkatan perangkat desa dalam Permendagri nomor 67 tahun 2017 pasal 2, Agung mengaku siap menerima konsekuensinya.

“Kalau persyaratan pengangkatan staf desa sesuai Permendagri nomor 67 tahun 2017 sudah kami laksanakan, kecuali saya yang sudah umur 50 tahun, kalau begitu regulasinya, saya siap mundur, saya legowo,” jelasnya.

BACA JUGA: Pergantian Perangkat Desa Pasanggrahan Dinilai Langgar Aturan

Menurut Agung, polemik itu terjadi lantaran adanya miskomunikasi antara Kades terpilih dengan PJs Kades Pasanggrahan. Bahkan, menurut Agung, Pjs Kades dan perangkat desa yang lama terkesan menghindar saat hendak diajak komunikasi.

“Seperti soal aset, yang disampaikan hanya 26 item, masa 6 tahun hanya 26 item aset yang ada. Itu belum kami terima semua, dari 26 item hanya 13 yang ada saat ini. Padahal pembelian alat tulis kantor tahun 2021 sebesar 27 juta rupiah tercantum dalam LPJ Kades lama,”ujarnya.

Begitu juga aset atas nama Perpustakaan Pustaka Pelangi, menurut Agung, belum masuk dalam data aset yang diserahterimakan kepada Kades baru. Pihaknya akan mempertanyakan hal itu.

“Saya sudah minta waktu ketemu semua staf desa yang lama untuk serah terima pekerjaan, berikut klarifikasi beberapa aset desa serta aset Pustaka Pelangi. Tapi sampai sekarang belum ada respon,” ungkapnya.

Agung menyebut akan membuat berita acara di atas materai terkait aset desa yang diduga tidak ada atau hilang, serta berapa banyak yang diterimanya.(RM1/Difa)

One thought on “Sekdes Pasanggrahan Siap Mundur Jika Langgar Permendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.