Sekda Pandeglang Ancam Tindak Suplayer dan Agen Sembako BPNT

  • Whatsapp
Sekda Pandeglang
Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin saat memberi arahan [ada sosialisasi BPNT kepada KPM.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Adanya sejumlah jenis komoditas sembako tidak layak konsumsi yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di sejumlah desa Kecamatan Labuan, mendapat tanggapan serius dari Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin.

Penolakan sejumlah jenis sembako BPNT yang dilakukan KPM tersebut, lantaaran komoditas sembako jenis tempe dan daging ayam yang mereka terima kondisinya sudah membusuk.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap suplayer dan agen, jika sembako yang disediakan dan disalurkan kepada KPM tidak memenuhi standar.

“Laporkan ke Dinsos (Dinas Sosial) kejadian itu. Jika ada penyedian dan penyalur komoditas sembako yang kualitasnya jelek dna tidak memenuhi standar, harus ditindak tegas,” ungkap Sekda melalui sambungan telepon, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, Sekda Pandeglang juga sempat mengingatkan sejumlah agen atau E-warung sembako BPNT, agar menyediakan sembako sesuai kebutuhan KPM dengan kualitas yang bagus. Seperti beras jenus premium, serta jenis sembako lainnya sesuai standar dan kebutuhan para KPM.

Bahkan sebelumnya juga, Sekda sempat mengancam jika ada suplayer dan E-warung yang tidak menyediakan sembako sesuai yang dibutuhkan KPM dan kualitasnya dibawah standar, pihaknya akan mencopot suplayer dan agen dari kemitraan program sembako BPNT.

BACA JUGA:

. Dinsos Pandeglang Diminta Evaluasi Suplayer dan E-warung Sembako BPNT

. Komoditas Sembako BPNT di Labuan Pandeglang Sempat Ditolak KPM

. DPRD Pandeglang Warning Suplayer Sembako BPNT

Aktivis Pandeglang, Azis mendukung pemberian sanksi tegas terhadap suplayer dan agen yang tidak memenuhi standar program BPNT. Sebab, kata dia, meski komoditas sembako yang tak layak konsumsi telah diganti, namun artinya itu menjadi kelalaian agen maupun suplayer.

“Saya harapkan Pemkab Pandeglang, atau dinas terkait melakukan pengawasan secara maksimal penyaluran sembako untuk BPNT,” katanya.

Menurut dia, jika KPM tidak melaporkan sejumlah komoditas sembako tak layak konsumsi, dimungkinkan agen maupun suplayer tidak akan melakukan penggantian. “Saya menduga kejadian itu ada unsur kesengajaan. Karena agen pastin mengetahui jika tempe dan daging ayam itu tidak layak konsumsi, tapi masih tetap disalurkan ke KPM,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.