Sejumlah Warga Negara Banglades di Pandeglang Diduga Positif Covid-19

  • Whatsapp
WN Banglades
WN Banglades menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ditengah pandemi covid-19, Tim Gugus Tugas covid-19 Pandeglang menemukan sebanyak lima Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesn yang merupakan jemaah tablig di Kecamatan Menes.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Pandeglang, langsung melakukan rapid tes terhadap kelima jemaah tablig asal Banglades tersebut. Setelah dilakukan tes, dari lima orang itu dua diantaranya dinyatakan positif covid-19.

Bacaan Lainnya

Juru bicara tim gugus tugas covid-19 Pandeglang, Achamd Sulaeman mengatakan, belum diketahui kapan kelima WNA masuk ke Indonesia. Sedangkan, kata dia, kelima WNA tersebut sudah hampir sepekan lebih berada di Pandeglang.

“Setelah dirapid tes hasilnya memang ada dua jemaah yang terbukti positif covid-19,” ungkapnya, Rabu (15/4/2020).

Lanjut dia, setelah diketahui tim Gugus tugas covid-19, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Gugus di Kecamatan Menes untuk dilakukan pengecekan. Kelima WNA tersebut akan terus dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah mereka terbebas dari covid-19 atau tidak.

“Akan terus kami pantau dan selanjutnya kami akan lakukan pemeriksaan lagi, untuk memastikan apakah mereka bebas dari covid-19 atau tidak,” katanya.

Sementara Camat Menes, Ubaidillah menjelaskan, keberadaan kelima WN asal Banglades ke Kecamatan Menes tidak sebelumnya tidak diketahui. Karena tidak ada laporan kedatangan kelima WNA tersebut. Dikatakannya, kelima WNA itu merupakan jemaah tablig dan sesuai informasi yang diterimanya, keberadaan sejumlah jemaah asal Banglades itu sudah selama 9 hari.

“Para WNA yang merupakan jemaah tabligh itu datang pada malam hari, sehingga kami tidak mendapatkan laporan saat mereka datang ke salah satu masjid di Menes,” ujarnya.

Camat juga mengaku sempat menegur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menjadi tempat kegiatan jemaah tersebut. Sebab, kata dia, tidak melaporkan ke pihak kecamatan terkait keberadaan sejumlah WNA itu.

“Bahkan pemerintah desa setempat juga tidak mengetahui keberadaan lima WNA asal Banglades itu. Harusnya lapor, makanya kemarin kami tegur DKM karena tidak ada laporan,” tuturnya.

BACA JUGA:

. Reses, Anggota DPRD Pandeglang Ajak Warga Rajin Cuci Tangan

. Dampak Covid-19, Jalan Bama-Pagelaran Pandeglang Batal Diperbaiki Tahun Ini

. Cegah Covid-19, Pemdes Sumberjaya Pandeglang Sebar Wastafel Cuci Tangan

Dikatakannya lagi, pihaknya mengetahui keberadaan sejumlah jemaah itu setelah sepekan lebih, setelah mendapatkan informasi dari warga. Saat berada di Menes, para WNA tersebut belum melakukan Rapid tes, karena pihak Puskesmas Kecamatan Menes tidak hadir. Namun keesokan harinya, mereka pindah tempat ke Kecamatan Majasari.

“Sekarang ini sejumlah WNA itu berada di Kecamatan Majasari, di salah satu pondok pesantren dan mereka baru melakukan pengecekan Rapid tes oleh tenaga medis setempat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.