Sejumlah Tokoh Jamin Penangguhan Penahanan Aktivis KAMI Jumhur

oleh -
aktivis, kami, jumhur hidayat, pn jakarta selatan, penangguhan penahanan
Sejumlah tokoh masyarakat menyatakan siap jadi pejamin penangguhan penahanan aktivis KAMI Jumhur Hidayat/Foto: Jumhur Hidayat (tengah) memakai borgol usai menghadiri sidang di P N Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (3/5/2021)/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Sejumlah tokoh masyarakat menyatakan siap menjadi penjamin penangguhan penahanan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat yang saat ini mendekam di rumah tahanan Bareskrim Polri.

Setidaknya ada 20 tokoh masyarakat yang menyatakan siap menjadi penjamin bagi petinggi KAMI itu, yang ditahan lantaran terjerat kasus dugaan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

Sejumlah tokoh publik itu antara lain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Juru Bicara Kepresidenan Adhie M Marsadi, dan pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

“Kami sudah mendapatkan sejumlah tokoh publik yang siap menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan Pak Jumhur,” kata Anggota Tim Kuasa Hukum Jumhur Hidayat, Oky Wiratama, saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Disamping tokoh masyarakat tersebut, lanjut Oky, ada juga sejumlah politisi yang bersedia menjadi penjamin, diantaranya Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief,  mantan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Joko Yuliantono, dan politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik.

Saat sidang, kata Oky, dia telah menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan untuk terdakwa Jumhur Hidayat dengan nama-nama tokoh masyarakat yang menjadi penjamin itu ke Majelis Hakim PN Jakarta Selatan yang diterima Ketua Majelis Agus Widodo.

Sementara itu, Jumhur Hidayat menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bersedia menjadi penjamin penangguhan penahanan dirinya,  karena menurut Jumhur kesediaan itu menunjukkan bahwa mereka percaya aktivis KAMI itu tidak akan melanggar aturan hukum.

“Saya terima kasih kepada mereka, berarti mereka percaya saya tidak akan macam-macam,“ kata Jumhur saat ditemui di luar ruang sidang PN Jakarta Selatan.

“Itu akan dicatat juga dalam sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia, karena saya dalam rangka itu, memperjuangkan kebebasan berpendapat,” imbuhnya.

Jumhur Hidayat, yang ditangkap sejak tahun lalu, telah didakwa oleh jaksa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong yang menimbulkan kericuhan.

Terkait dakwaan itu, aktivis KAMI itu dijerat dua pasal alternatif, yaitu Pasal 14 Ayat (1) juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 KUHP atau Pasal 45A Ayat (2) jo. Pasal 28 Ayat (2) UU No.19/2016 tentang Perubahan UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.