Sejumlah Pejabat Pemkab Lebak Tidak Bisa Divaksin Covid-19

oleh -
Ilustrasi - Vaksin Covid-19,

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejumlah pejabat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tidak bisa disuntik vaksin COVID-19 pada pencanangan program vaksinasi yang digelar serentak di daerah itu.

Para pejabat yang tidak bisa divaksin itu lantaran memiliki penyakit penyerta atau bawaan. “Kami tidak bisa disuntik vaksin Sinovac produksi dari negara China itu,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (28/1/2021).

Selain bupati, sejumlah pejabat Lebak lainnya, seperti juga Wakil Bupati Ade Sumardi, Sekertaris Daerah (Sekda) Dede Jaelani, Asisten Daerah (ASDA) I Alkadri, Asda II Wawan Kuswanto dan Kepala Dinas Satpol PP, Dartim yang tidak bisa menerima vaksin Covid-19.

Selain itu, juga ada pimpinan DPRD Lebak, Junaedi Ibnu Jarta dan Ketua Pengadilan Negeri Rangkasbitung. Semua pejabat itu tidak bisa menjalani vaksinasi COVID-19 karena memiliki riwayat penyakit penyerta yang dilengkapi keterangan kesehatan dari dokter.

BACA JUGA: Sekda Banten Disuntik Vaksin COVID-19 Dosis Kedua

Menurut Iti, berdasarkan hasil skrining, penyakit penyerta itu diantaranya memiliki penyakit tekanan darah tinggi, jantung dan diabetes. Sehingga mereka harus menunda menerima vaksinasi Covid-19.

Sementara sejumlah pejabat Lebak, antara lain Asda III Feby Hardian Kurniawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Budi Santoso dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Nur Handayani telah mendapat vaksin Covid-19 untuk dosis pertama.

Iti mengatakan, meski dirinya tidak divaksin, namun masyarakat dapat mengikuti program vaksinasi untuk pengendalian virus corona di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lebak.

Selain itu juga, lanjut Iti, masyarakat tidak perlu takut menghadapi penyuntikan vaksin, karena memberikan manfaat cukup besar terhadap perlindungan diri, keluarga dan orang yang dicintai dari serangan penyakit yang mematikan itu.

“Kami minta warga tidak mudah menerima berita-berita hoaks terkait vaksin, sebab vaksin itu merupakan usaha untuk memutus rantai COVID-19 agar memiliki imunitas yang tinggi,” katanya.(ANT/DIFA)