Sejumlah OPD di Pemkab Pandeglang Bakal Dimerger

  • Whatsapp
OPD Pandeglang
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyerahkan dokumen dua Raperda kepada Ketua DPRD Pandeglang, Tb Udi Zuhdi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Rencana perampingan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pandeglang, sudah dibahas eksekutif dan legislatif melalui rapat paripurna penyampaian penjelasan nota dua Raperda usulan Bupati Pandeglang, di ruang paripurna DPRD Pandeglang, Senin (14/9/2020).

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, perampingan sejumlah OPD agar lebih efisien dan efektif, sehingga hal tersebut perlu disampaikan kepada legislatif. Selain perampingan OPD, kata Irna, dalam paripurna tersebut juga menyampaikan tentang pokok pengelolaan keuangan daerah.

Bacaan Lainnya

“Ada badan, ada dinas yang harus dirampingkan. Kepentingannya sejauh mana efektivitas pengelolaan pemerintahan, dan tentunya kami rasa agar lebih efektif dan efisien,” ungkap Irna usai mengikutu rapat paripurna di Gedung DPRD Pandeglang.

Dikatakannya, dinas-dinas yang akan digabung tentu manfaatnya akan lebih besar. Seperti antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menjadi satu, sehingga meski ada penambahan Kepala Bidang tapi dalam satu pintu.

BACA JUGA: Pulang Rapat di Jakarta, Sejumlah Pejabat Pandeglang Terpapar Covid-19

“Dua dinas itu (Pertanian dan Ketahanan Pangan) boros. Maka akan digabung jadi satu dan SOTK juga diubah, misal Kabidnya yang tadinya empat bisa jadi tujuh dalam satu dinas itu,” katanya.

Saat ditanya bagaimana dengan posisi kepala dinas ketika dua dinas itu disatukan, Irna mengaku, beberapa orang akan memasuki masa pension. Jadi, menurut dia, kepala dinas yang digabung bisa mengganti jabatan kepala OPD lain yang sudah pensiun.

“Tidak masalah kan nanti banyak yang pensiun. Jadi nanti tidak akan ada yang kehilangan kedudukannya, karena tahun ini saja ada dua Kadis yang pensiun,” ujarnya.

Sementara, Asisten Daerah (Asda) 1 Bidang Pemerintahan dan Administrasi Pemda Pandeglang, Ramadani mengatakan, perampingan sejumlah OPD itu dipastikan akan dilakukan pada awal tahun 2021.

Adpaun sejumlah instansi yang akan disatukan itu diantaranya, Dinas Pertanian dengan Ketapang, Disperindag dengan Koperasi, Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dipindahkan ke Dinas Pariwisata.

Kemudian, kata dia, Dinas Pemuda dan Olahraga masuk ke Dinas Pendidikan. Selain itu ada OPD yang naik kelas seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tadinya tipe B menjadi tipe A.

“Pada Januari 2021 sudah mulai dilaksanakan, sehingga tahun depan nanti kami sudah menggunakan SOTK yang baru. Termasuk penatakelola keuangan daerah pun menggunakan Perda yang baru,” tuturnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.