Sejak Turap Cisadane Dibangun 6 Bulan lalu, Ternyata TPA Cipeucang Sudah Tiga Kali Longsor

  • Whatsapp
TPA Cipeucang
Turap ambles, sampah di TPA Cipeucang tumpah ke sungai Cisadane.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Longsor gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Serpong yang terjadi 22 Mei 2020 bukan kali pertama.

Kejadian serupa, ternyata pernah terjadi Juni sebelum pemasangan sheet pile dan 30 Desember 2019 setelah pemasangan sheet pile lantaran adanya pergeseran tanah dan abrasi sungai.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Kontraktor PT. Ramaijaya Purnasejati Allan Ray. Dia menerangkan, faktor terjadinya longsor sejauh ini yang diselidiki karena adanya abrasi sungai dan adanya pergeseran tanahnya.

“Kondisi kontur tanah asli di TPA sendiri sudah miring menuju ke arah kali. Ditambah ada tekanan dari sampah dan abrasi dari Sungai Cisadane. Titik yang longsor, memang sudah sering longsor,” katanya, melalui telepon seluler, Jumat (5/6/2020).

Sementara soal longsor yang terjadi menjelang Idul Fitri 1441 H, lantaran longsor terjadi lebih dalam dari kedalaman sheet pile yang diperkirakan mencapai 20 meter.

“Jadi longsor terjadi, bukan karena sheet pile beton patah. Kalau patah dia akan sisa separuh yang tertanam 10 meter. Kalau diasumsikan tidak ada besinya, karena semuanya turun ke sungai. Makanya enggak ada besi yang tertinggal, karena bukan patah,” kilahnya.

Dia mengklaim, sebelum longsor yang diperkirakan memuntahkan 100 ton sampah ke Sungai Cisadane itu, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan memasang back pile atau tiang pemancang. Tetapi, ternyata tidak cukup menahan longsoran, karena longsoran terjadi lebih dalam dibandingkan tiang pemancangnya.

Untuk mengantisipasi longsoran susulan, pihaknya sedang mendiskusikan solusi yakni dengan membuat sheet pile pengganti yang lebih menjorok ke sisi sungai berjarak 10-20 meter dari bangunan sebelumnya.

“Sebenarnya, antisipasi pertama harus dari sisi sungainya dulu. Karena titik longsor itu berada ditikungan yang makin hari terkikis tanahnya. Jadi bukan rawan, tapi sudah jadi titik longsornya. Tetapi, itu bukan kewenangan kita,” pungkas Allan.(wvyh/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.