Sehari Limbah Medis Covid-19 di Griya Anabatic Capai 100 Kilogram

  • Whatsapp
TPS limbah medis covid-19.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Volume limbah medis Covid-19 di rumah singgah Griya Anabatic yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, sudah mencapai 2.600 Kilogram.

Ribuan kilogram limbah medis Covid-19 yang masuk kategori limbah berbahaya dan beracun (B3) itu, dihasilkan selama satu setengah bulan sejak Wisma Griya Anabatic difungsikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 oleh Pemkab Tangerang.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinkes Kabupaten Tangerang, Deden Suharya mengatakan, dalam sehari rumah singgah Griya Anabatic bisa menghasilkan limbah medis lebih dari 100 kilogram.

Kata dia, limbah B3 tersebut berasal dari peralatan medis sekali pakai (disposable) seperti APD, alat rapid tes, serta sisa makanan pasien berstatus OTG dan PDP yang diisolasi di Griya Anabatic.

“Semua bahan yang digunakan oleh pasien Covid-19 kita kategorikan limbah infeksius masuknya limbah medis. Evaluasi dari bulan Mei itu jumlahnya sekitar 2.600 Kilogram,” kata Deden kepada Redaksi24.com, Rabu (9/6/2020).

Ia melanjutkan, limbah medis B3 Covid-19 ini dikelola dengan sangat hati-hati. Untuk mencegah penularan, pihak Dinkes sudah menyiapkan TPS khusus dan dibangun secara tidak permanen. Pengelolaannya, lanjut dia, disesuaikan persyaratan yang tertuang dalam Permen LHKP 56 tentang pengelolaan limbah medis.

Ia mengungkapkan, dalam dua hari sekali limbah B3 tersebut diangkut oleh pihak ketiga ke tempat khusus penampungan limbah medis di Bogor, Jawa Barat, untuk dimusnahkan.

“Kita sudah kerja sama dengan jasa pengangkutan atau transporter. Diangkut setiap dua hari sekali,” ujarnya

Untuk penanganan limbah medis Covid-19 ini, ia mengungkapkan, pihak Dinkes Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan anggaran sebesar 337 juta rupiah yang diambil dari Biaya Tak Terduga (BTT).

Kata dia, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pengelolaan limbah medis di Griya Anabatic termasuk membayar jasa pengangkutan dan pemusnahan limbah medis B3 Covid-19, dengan perkiraan limbah seberat 22.500 kilogram selama 90 hari.

“Baru mau pencairan tahap pertama sebesar 24 juta itu pun belum diajukan masih belum masuk ke BPKAD,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Dinkes Kabupaten Tangerang juga sudah mendirikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Griya Anabatic untuk menangani pengolahan limbah medis cair.

“Sudah tiga kali dilakukan uji lab juga hasilnya di bawah baku mutu semua jadi masih aman,” pungkasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.