Sedikitnya 80 Pelanggan Yang Pembayaran Rekeningnya Digelapkan Datangi PLN Rangkasbitung

  • Whatsapp
PLN Lebak
Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rangkasbitung.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mendatangi kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rangkasbitung. Pasalnya, Loket Windi di Jalan Patih Derus, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Banten itu disinyalir menggelapkan uang tagihan pelanggan, dengan tidak disetorkan kepada PLN.

Salah satu pelanggan, Sumanjaya, warga Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku, telah membayar tagihan listrik pada bulan Mei di loket tersebut. Namun, karena pembayaran itu tidak disetorkan ke PLN, dirinya harus membayar doubel untuk bulan Mei dan Juni.

Bacaan Lainnya

“Pada bulan Mei saya sudah bayar tagihan listrik di loket itu, karena tidak disetorkan ke PLN maka pada bulan berikutnya (Juni) saya harus bayar dua kali, ” kata Sumanjaya kepada Redaksi24.com, Kamis (11/6/2020).

Untuk itu, kata dia, dirinya minta kepada pihak PLN untuk memberikan kompensasi atau keringanan tekait pembayaran tersebut. “Saya pengennya hanya bayar pada bulan Juni saja, karena pada bulan Mei saya sudah bayar di loket itu dan struknya masih ada, ” kata dia,

Manajer PLN ULP Rangkasbitung, Ismanida membenarkan kasus itu. Bahkan, kata dia, kasus tersebut juga menimpa 80 pelangan lainnya. “Sudah ada 80 pelanggan yang ngadu ke kami dalam kasus yang sama,” kata Ismanida.

Namun demikian, Ismanida mengelak jika loket Windi yang menangani berbagai pembayaran seperti Listrik, air, internet, dan cicilan motor itu bekerjasama dengan PLN. Karenanya, kata dia, pihaknya prihatin atas kejadian tersebut dan siap menjembatani para pelanggan yang terjebak dalam penipuan itu dengan cara membuka posko pengaduan di Kantor PLN ULP Rangkasbitung. Mengingat kerugian total yang dialami sekira 80 orang pelanggan mencapai Rp 39 juta.

“Yang sudah kami lakukan adalah menggiring pelanggan untuk melakukan laporan ke pihak berwajib, karena laporan itu harus dilakukan oleh pihak korban,” kilahya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.