Sedikitnya 1.966 Warga Lebak Alami Gangguan Jiwa

  • Whatsapp
ODGJ di Lebak
Ilustrasi Gangguan jiwa/Redaksi24.com

LEBAK, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 1.966 warga Lebak mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Dinkes Lebak Triatno Supiyono pada Redaksi24.com, Minggu (29/12/2019).

Dari jumlah tersebut kata dia, terdapat 60 Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung oleh pihak keluarga. Ia mengaku, pihaknya saat ini hanya bisa menangani sebanyak 956 ODGJ melalui Puskesmas yang tersebar di 28 Kecamatan dengan memberikan obat secara berskala dan rehabilitasi di Puskesmas setempat.

Bacaan Lainnya

Bahkan katanya, jumlah ODGJ mengalami kenaikan yang cukup drastis dibanding tahun 2018 lalu yang tercatat sebanyak 1.581 ODGJ.
” ODGJ ini memiliki keluarga, bukan yang berkeliaran di luar atau jalana,” katanya.

Dinkes Lebak
Kantor Dinkes Lebak.

Ia menuturkan, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi para ODGJ diantaranya faktor somatik, psikologik, dan faktor sosio-budaya.

” Faktor paling banyak ditimbulkan oleh Depresi berlebihan yang bisa disebabkan oleh hubungan keluarga, pekerjaan maupun masyarakat, dan juga tingkat perekonomian,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk menangani para ODGJ tersebut pihaknya kesulitan dalam mendapatkan data pasti, pasalnya pihak keluarga selalu menyembunyikan keberadaan anggota keluarganya yang mengalami ganguan jiwa. Terlebih, banyak dari ODGJ tersebut tidak memiliki administrasi kependudukan.

” Kita akui masih banyak ODGJ yang masih belum bisa kita tangani, karena kami juga kesulitan untuk mendata siapa saja yang mengalami gangguan jiwa, jika pihak keluarga sendiri menutup-nutupi hal tersebut,” katanya.

BACA JUGA:

Diduga Mau Bunuh Diri, ODGJ Dievakuasi

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, Dinkes Lebak telah menganggarkan dana senilai Rp. 50 juta yang bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun anggaran 2020. Yang nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk penangganan penyakit tidak menular, termasuk ODGJ tersebut.

” Kita akan secara langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghilangkan rasa malu mereka, dan mulai merangkul anggota keluarganya, dengan memberikan penanganan, serta obat-obatan yang benar,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.