Sebut Tak Ada Mafia Tanah di Pantura Tangerang, Pengamat: Anggota Dewan Yang Tidak Tahu Penderitaan Rakyat

oleh -
Sebut Tak Ada Mafia Tanah di Pantura Tangerang, Pengamat: Anggota Dewan Yang Tidak Tahu Penderitaan Rakyat
Adib Miftahul/Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul menyayangkan adanya oknum anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang menyatakan bahwa tidak ada praktik mafia tanah di Pantura Kabupaten Tangerang. Menurut Adib Jayusman selaku anggota DPRD khususnya di Dapil (Kosambi, Teluknaga, Sepatan Timur dan Pakuhaji) tidak tahu penderitaan rakyat yang telah menjadi korban mafia tanah.

“Seharusnya oknum dewan ini lebih peka dan langsung terjun ke masyarakat yang diduga menjadi korban mafia tanah,” papar Adib

Sambung Adib, diperlukannya DPRD terjun ke bawah agar kinerjanya untuk rakyat terlihat secara maksimal dan bisa melihat realitas yang terjadi. Kalau Jayusman mengatakan bahwa mafia tanah tidak ada, lalu kenapa ada beberapa kasus tentang tanah di pengadilan. Belum lagi dengan adanya dugaan pemalsuan berkas-berkas tanah secara sistematis dan masif, bahkan sampai terjadi aksi demonstrasi. 

BACA JUGA: Terkait Kasus Mafia Tanah Pantura Tangerang, Pengamat: Ada Oknum Yang Terganggu Jika Masyarakat Dapat Keadilan Atas Tanahnya

“Makanya ini semakin memperlihatkan dia tak pernah turun di dapilnya (Kosambi, Teluk Naga, Sepatan Timur dan Pakuhaji). Padahal di dapilnya inilah dugaan mafia tanah hingga ratusan hektar. Pak Jayusman harus bangun dari tidur dan lihat realita. Jangan ngomong sambil tidur ,” tegas Adib.

BACA JUGA: Pakar Hukum Agraria: Praktik Mafia Tanah Makin Menggila

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Gerindra, Jayusman mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengatakan bahwa mafia tanah di Kabupaten Tangerang bagian Pesisir Utara tidak ada seperti yang ditulis di beberapa media. Menurut Jayusman dirinya hanya mengatakan tidak berani berkomentar terkait isu mafia tanah. 

BACA JUGA: Dear Pak Jokowi, Mafia Tanah di Pantura Tangerang Belum Tersentuh Hukum Nih 

“Memang ada wartawan yang minta tanggapan saya terkait mafia tanah, saya tidak pernah mengatakan tidak ada mafia tanah, yang saya katakan saya tidak berani berkomentar mafia tanah, karena tunggu keputusan pengadilan aja, ” katanya 

Menurut Jayusman, itu hanya dipelintir oleh wartawannya saja, bahkan dirinya mengatakan bila memang masih ada masyarakat yang NIB nya tumpang tindih, dirinya siap mendampingi ke BPN.

“Itu mah kata-kata wartawannya saja, saya sudah hubungi wartawannya karena saya tidak bicara seperti itu, saya merasa keberatan diberitakan seperti itu. Bahkan saya bilang kalau  ada warga yang belum selesai permasalahan tanahnya saya siap mendampingi, karena mereka rakyat saya juga, ” tegas Jayusman.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.